Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Saturday, February 26, 2022

PTK PKn SD Kelas V

 BAB I

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah

Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) diberikan sejak SD sampai SLTA. Dengan PKn seseorang akan memiliki kemampuan untuk mengenal dan memahami karakter dan budaya bangsa serta menjadikan warga negara yang siap bersaing di dunia internasional tanpa meninggalkan  jati  diri  bangsa. Melalui PKn setiap warga negara dapat mawas diri dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini yang memberi dampak positif dan negatif. PKn juga bermanfaat untuk membekali peserta didik agar memiliki kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. 

Pada kenyataannya,  PKn dianggap ilmu yang sukar dan sulit dipahami. PKn adalah pelajaran formal yang berupa sejarah masa lampau, perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi, tata cara hidup bersosial, serta peraturan kenegaraan. Begitu luasnya materi PKn menyebabkab anak sulit untuk diajak berfikir kritis dan kreatif dalam menyikapi masalah yang berbeda. Sementara anak usia sekolah dasar tahap berfikir mereka masih belum formal, karena mereka baru berada pada tahap Operasi Onal Konkret ( Peaget : 1920 ). Apa yang dianggap logis, jelas dan dapat dipelajari bagi orang dewasa, kadang – kadang merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak memahami konsep PKn. 

Berdasarkan temuan penulis, sebagian besar siswa kurang aktif dan berfikir kritis dalam materi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Apabila anak menghadapi masalah kontekstual baru yang berbeda dengan yang dicontohkan, anak belum mampu berfikir kritis dan menemukan solusi dengan benar sehingga banyak anak yang menjawab salah, dan dengan alasan soalnya sulit. Karena itu wajar setiap kali diadakan tes,  nilai pelajaran PKn selalu rendah dengan rata – rata kurang dari KKM.


Seperti yang dialami penulis sendiri, setiap ulangan PKn nilai rata – rata anak di bawah 75. Termasuk  pada materi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Nilai rata – rata formatif  hanya 68.  Dari 23 siswa hanya 12 siswa 52 %  yang memperoleh nilai 75 ke atas. Sedangkan 10 siswa yang lain 43 %  mendapat nilai dibawah 75.

Menghadapi kenyataan tersebut di atas,  penulis tertarik untuk mendalami dan melakukan tindakan – tindakan perbaikan pembelajaran PKn, khususnya materi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) melalui penelitian tindakan kelas. Perbaikan yang  penulis lakukan mengenai penerapan metode bermain peran pada materi pengambilan keputusan bersama. Harapan penulis adalah terjadinya pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan serta lebih bermakna dan adanya keberanian peserta didik yang tuntas untuk menyelesaikan masalah kontektual dengan benar serta untuk lebih menguasai pelajaran.

Hipotesis yang penulis lakukan adalah dalam bentuk laporan hasil yaitu berjudul “ Meningkatkan hasil belajar Pengambilan keputusan bersama melalui metode bermain peran dengan model pembelajaran cooperative  learning siswa kelas V SD Negeri CONTOH“.


1.        Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran, sebagai berikut.

a.         Siswa kurang memahami konsep pengambilan keputusan bersama.

b.         Siswa kurang aktif dalam berdiskusi

c.         Siswa kurang terampil dalam berkomunikasi dengan teman sebaya.

d.        Hasil belajar siswa rendah


2.        Analisis Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, peneliti berusaha mencari faktor penyebab masalah dengan melakukan refleksi, bertanya kepada siswa dan melakukan diskusi dengan teman sejawat. Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa belum memahami materi pengambilan keputusan bersama seperti berikut.

a.         Guru tidak menggunakan alat peraga.

b.        Bahwa semua siswa yang terlibat dalam pembelajaran saat melakukan diskusi hanya beberapa siswa yang aktif, sedangkan yang lain hanya mendengarkan.

c.         Kurangnya contoh dan latihan.

d.        Kurangnya bimbingan guru secara menyeluruh.


3.        Alternatif dan Pemecahan Masalah

Dari analisis masalah di atas, peneliti menemukan alternatif dan prioritas pemecahan masalah sebagai berikut.

a.         Guru perlu menerapkan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b.        Guru perlu memberikan contoh nyata melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kelompok.

c.         Guru perlu memberikan latihan dan bimbingan secara menyeluruh pada pembelajaran PKn tentang pengambilan keputusan bersama.


B.       Rumusan Masalah

Setelah menemukan faktor penyebab siswa belum memahami materi pengambilan keputusan bersama pada pelajaran PKn, peneliti berusaha merumuskan permasalahan. Rumusan masalah tersebut seperti berikut.

1.        Bagaimanakah keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia?

2.        “ Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas V SD NEGRI CONTOH?”



Untuk selengkapnya silahkan download



Baca Selengkapnya...

PTK PKn SD Kelas V

Friday, February 25, 2022

PTK PUISI SD Kelas VI


BAB I

PENDAHULUAN


A.   LATAR BELAKANG MASALAH

Puisi merupakan salah satu wujud penyampaian gagasan dan pikiran seseorang yang dituangkan dalam bentuk suatu karya seni sastra. Untuk menghasilkan puisi yang baik perlu suatu latihan untuk mengasah kemampuan mereka untuk membentuk kalimat-kalimat yang memiliki keindahan yang dapat ditangkap oleh indra perasaan pembacanya.

Kemampuan itu tak akan bisa muncul bila seseorang tidak memiliki kemampuan membuat kalimat dengan baik. Membuat kalimat yang komunikatif, baik secara lisan maupun tulisan,  harus  sudah dikuasai oleh seseorang agar mampu menyampaikan gagasannya kepada orang lain. Gagasan-gagasan yang dimiliki dan ingin disampaikan kepada pihak lain harus mampu direspon dengan baik oleh orang lain.

Oleh karena itu sejak dini anak-anak diarahkan agar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi yaitu mampu menyapa, mengajukan pertanyaan, menjawab, menyebutkan pendapat dan perasaan melalui bahasa (Thahir, 1993:2).

Dasar pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif, dan keterampilan produktif. Pembelajaran bahasa Indonesia Sekolah Dasar kelas I diawali dengan pembelajaran reseptif. Dengan demikian keterampilan produktif dapat ikut di tingkatkan. Empat aspek keterampilan berbahasa yang mencakup dalam pengajaran bahasa adalah:

     1. keterampilan menyimak (listenin skils)

     2. keterampilan berbicara (speaking skills)

     3. keterampilan membaca (reading skills)

4. keterampilan menulis (writting skills)

(Tarigan, dalam Muchlisoh, 1996:257).

Keempat keterampilan berbahasa diatas merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, tetapi hanya dapat dibedakan. Keterampilan yang satu bergantung dengan keterampilan yang lain. Siswa diharapkan memiliki keterampilan berbahasa yang lengkap. Tidak dapat dikatakan siswa mampu berbahasa yang baik dan benar, bila mereka hanya terampil menyimak, berbicara dan membaca tetapi tidak terampil menulis. Jadi keterampilan menulis harus benar-benar diperhatikan karena terutama di Sekolah Dasar, karena dengan cara itu guru dapat menjadikan siswa memiliki kemauan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Berdasarkan pengalaman selama mengajar, kemampuan menulis siswa kelas VI di SDN CONTOH, relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya dukungan orang tua terhadap cara belajar peserta didik, latar belakang orang tua yang berpendidikan rendah, bahkan banyak yang tidak memperoleh pendidikan formal, kesalahan metode pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran menulis  kepada para peserta didik 

Melalui media gambar diharapkan siswa kelas VI dapat membuat kalimat-kalimat apresiatif tentang gambar tersebut, sehingga akan lebih mudah bagi siswa untuk membuat suatu puisi.

Dengan membagikan gambar-gambar, baik berupa pemandangan maupun bentuk-bentuk lainnya, setiap siswa diharapkan untuk memiliki suatu imajinasi tentang gambar tersebut. Imajinasi tersebut dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Pada awalnya mereka akan membuat kalimat yang sederhana, seperti “pemandangan yang indah” manakala seorang siswa mengamati gambar pemandangan.

B....Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:

      1. Tepatkah penggunaan media pembelajaran gambar dilakukan di kelas VI SDN CONTOH?

      2. Apakah kemampuan menulis puisi siswa kelas VI SDN CONTOH dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran gambar untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia?



C..Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan menggunakan media pembelajaran gambar dengan memperhatikan ada atau tidaknya peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VI SDN CONTOH

Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 

a.tingkat kemampuan menulis puisi pada siklus 1 siswa kelas VI SDN CONTOH dengan menggunakan media pembelajaran gambar.

b. tingkat kemampuan menulis puisi pada siklus 2 siswa kelas VI SDN CONTOH dengan menggunakan media pembelajaran gambar.

  1. Kegunaan Penelitian

Media pembelajaran gambar adalah suatu media pembelajaran sederhana yang mudah untuk digunakan di sekolah-sekolah terutama di sekolah dasar. 

Bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan profesional, dan metode SAS menjadi alternatif pembelajaran membaca bagi siswa kelas kecil untuk meningkatkan prestasi siswa. Memberi kesadaran guru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan dan materi, karakteristik siswa dan kondisi pembelajaran. Guru mempunyai kemampuan dalam merancang model pembelajaran aktif yang merupakan hal baru bagi guru dan menerapkannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan penelitian ini kemampuan guru mengaktifkan siswa dan memusatkan pembelajaran pada pengembangan potensi diri siswa. Sehingga, pembelajaran akan menjadi lebih menarik, bermakna, menyenangkan dan mempunyai daya tarik.


Untuk selengkapnya silahkan download beberapa file yg terlampir:



Baca Selengkapnya...

PTK PUISI SD Kelas VI

PTK IPA SD KELAS V

 PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA AKAN HASIL FOTOSINTESIS  MELALUI  PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH PADA

SISWA KELAS V SD Negri

KABUPATEN NGANJUK

PELAJARAN 2009/2010


ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan pemahaman siswa akan peristiwa fotosintesis pada siswa Kelas V SDN CONTOH   tahun 2009/2010.

Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Populasi penelitian diambil semua siswa kelas V , Teknik pengumpulan data digunakan tes prestasi belajar buatan guru. Tindakan dilakukan sebanyak dua siklus. Teknik analisis data digunakan analisis persentase dari perubahan hasil evaluasi belajar sebelum dan setelah dilakukan layanan bimbingan belajar dengan tutor sebaya.

Hasil penelitian menunjukkan 1. nilai rata pemahaman siswa akan peristiwa fotosintesis siswa Kelas V pada sebelum siklus sebesar 64, pada siklus I sebesar 72 dan pada siklus II sebesar 77 sehingga terdapat kenaikan nilai rata – rata dari sebelum siklus  ke siklus I selanjutnya ke siklus II. 2. Prosentase ketuntasan belajar siswa pada pra siklus menunjukkan angka sebesar 61,91 % (13 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ), pada siklus I sebesar 80,95 % ( 17 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa )dan pada siklus II sebesar 95,24 % ( 20 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa). Dengan demikian terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan keterangan di atas maka dapat dibuat suatu kesimpulan sebagai berikut : Melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatan pemahaman siswa akan peristiwa fotosintesis pada siswa Kelas V SD negeri CONTOH  tahun pelajaran 2009/2010.

Kata Kunci : pemahaman siswa, fotsintesis, lingkungan sekitar sekolah

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPA yang berlangsung saat ini menurut pengamatan penulis terkesan belum maksimal.Hal ini dari beberapa indikator antara lain hasil tes semester yang kurang dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ), pengakuan siswa secara obyektif bahwa IPA termasuk dalam kategori sulit menurut mereka disamping Matematika dan IPS

Kenyataan di kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar IPA ada saja tingkah laku anak yang kadang kala tidak sesuai dengan harapan guru, Seperti bergurau dengan teman saat di terangkan, tidak mengerjakan PR, tidak mau membuat catatan, tidak mau memperhatikan saat diterangkan dan lain sebagainya. 

Gejala tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Perilaku yang ditunjukkan sebagian anak tersebut merupakan suatu tindakan yang negatif yang akan menghambat pencapaian prestasi belajar.

Melihat realita di atas maka guru harus dapat melaksanakan perbaikan sistem pembelajaran, selama ini pembelajaran IPA yang dilaksanakan tanpa menggunakan alat peraga kurang menarik perhatian siswa, sehingga menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. 

Dari berbagai sumber dijelaskan bahwa siswa Sekolah Dasar belajar secara holistik (menyeluruh).Konsep yang abstrak harus dikongkritkan dengan media yang tentunya menarik minat peserta didik mengikuti pelajaran sekaligus untuk mendalaminya.

Kita memahami bahwa media pembelajaran saat ini telah berkembang dengan pesat, namunkarena keterbatasan yang dimiliki SD Negeri CONTOH maka guru IPA yang ada di sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan sarana yang ada di sekitar sekolah untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu memanfaatkan sarana ynag ada disekitar sekolah untuk proses belajar mengajara bahkan cenderung tidak pernah digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Untuk mengetahui benar tidaknya media lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan pemahaman anak akan peristiwa fotosintesis maka perlu diadakan penelitian, yang selanjutnya penelitian ini diberikan judul Peningkatan pemahaman siswa akan hasil fotosintesis melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah pada siswa kelas V SD N CONTOH  tahun pelajaran 2009/2010

Rumusan Masalah

Berpijak pada latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran tentang fotosintesis pada siswa Kelas V SD N CONTOH tahun 2009/2010?

  2. Apakah dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan pemahaman siswa akan peristiwa fotosintesis pada siswa Kelas V SDN CONTOH tahun 2009/2010?


Baca Selengkapnya...

PTK IPA SD KELAS V

Sunday, August 14, 2011

PTK Matematika SD Kelas 2

Judul : Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Nilai Tempat melalui Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas II

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Cuplikan PTK, selengkapnya lihat dibawah.
Tuntutan peningkatan kualitas professional guru belum memenuhi syarat yang diinginkan atau diharapkan, karena antara petunjuk perlaksanaan yan sudah ada banyak terdapat kendala bagi para pelaksana pendidikan utamanya guru terbukti dengan dampak yang dilapangan antara lain:
1. Keterampilan anak didik masih sangat rendah, terutama tentang keterampilan menghitung.
2. Tingkat pengetahuan dan prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika lebih rendah dari mata pelajaran yang lain.
3. Suasana belajar kurang dinamis.

Permasalahan di atas disebabkan oleh dominasi guru masih tinggi, peran guru dalam proses belajar mengajar sebagai penyebar ilmu krang berperan sebagai fasilitator, guru masih banyak bergantung pada buku, guru masih dominan menggunakan ceramah dan mencatat, guru kurang mengoptimalkan bekerja bersaman-sama dan siswa dianggap lulus tes atau dapat mengerjakan tes tanpa memperhatikan aspek lain seperti kejujuran, pengendalian diri, penghargaan kepada orang lain, dan kemampuan bekerja sama. Demikian gambaran situasu pembelajaran saat ini yang terjadi di lapangan khususnya pembelajaran di Sekolah Dasar.

Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses pembelajaran dari segi hasil. Dari segi peoses pembelajaran dikatakan berhasil apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagaian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun social dalam proses pembelajaran di samping menunjukkan kegairahan belajar tinggi, semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri yang tinggi. Sedangkan dari segi hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan-perubahan perilaku yang positif dari peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%)

Selengkapnya buka alamat dibawah ini :
https://drive.google.com/file/d/0B8SVWd3GLGyfNzkyY2UxOTQtY2YwNi00NDAxLWEyODgtM2Q1MTYyMzg0YWJk/view?usp=sharing

Baca Selengkapnya...

PTK Matematika SD Kelas 2

PTK IPS kelas iv menggunakan model pembelajaran interaktif

Judul : Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas iv dalam mata pelajaran ips tentang kenampakan alam dengan menggunakan model pembelajaran interaktif

IPS sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral, banyak memuat materi social bersifat hapalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hapalan. Sifat pelajaran IPS tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru menggunakan metode ceramah sedangkan siswa kurang terlibat atau cenderung pasif.

Dalam metode ceramah terjadi dialog imperaktif. Padahal, dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa harus secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran, dan psikomoto (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi, dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yang dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tanggpan sehinga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif. Situasi belajar seperti ini dapat tercipta melalui penggunaan pendekatan partisipatoris.

Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas dari pada pengertian mengajar, karena didalamnya tersirat satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan antara siswa yang belajar dna guru yang mengajar, yang terjalin dalam bentuk interaksi edukatif. Peran guru dalam pembelajarn IPS mempunyai hubungan erat dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan keterampilannya. Pengembangan keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan berfikir, keterampilan social dan keterampilan praktis. Keterampilan berfikir dikembangkan untuk melatih siswa berfikir logis dan sistematis melalui proses belajar mengajar dengan model pengembangan berfikir kritis, keterampilan social dan praktis melalui model dialog kreatif.Ketiga keterampilan tersebut dapat dikembangkan dalam situasi belajar mengajar yang interaktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.

Permasalahan yang muncul di sekolah saat melaksanakan pembelajaran siswa dalam bidang IPS adalah kurangnya motivasi dari diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Mereka kurang serius dalam memfokuskan diri mengikuti materi pembelajaran IPS.Hal ini muncul karena dalam pelaksanaan belajar mengajar guru lebih sering menggunakan buku sebagai sumber belajar, dimana guru hanya menggunakan metode ceramah saja dalam menjelaskan materi pembelajaran IPS.Tidak adanya media peraga atau contoh gambar yang merupakan sarana pengetahuan nyata bagi siswa.

Selengkapnya PTK IPS Kelas IV disini :
https://drive.google.com/file/d/0B8SVWd3GLGyfMWFjYWNlYTUtMjIzMy00NTEzLThhMjYtZmNlNjdhM2Y5YmFl/view?usp=sharing
Baca Selengkapnya...

PTK IPS kelas iv menggunakan model pembelajaran interaktif

Saturday, August 13, 2011

PTK Bahasa Indonesia kelas III SD

Judul : Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menjawab Isi Dongeng dengan Menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik melalui Bimbingan dan Latihan

Menurut teori taksonomi Bunyamin S. Bloom mengklasifikasikan psikologi anak didik menjadi 3 golongan. Pertama kognitif yang berpangkal pada kecerdasan otak (intelektual) kemampuan tersebut mengembangkan kreatifitas (daya cipta), Prof. Dr. Fillmore H. Sanford berpendapat bahwa, manusia berfikir melebihi makhluk yang lain. Dengan kemampuan tersebut manusia berfikir melabihi kemampuan makhluk yang lain. Dengan kemampuan tersebut manusia dapat mengalami perubahan tingkah laku secara sadar dan cepat.Kedua Afektif yang berhubungan dengan sikap, perasaan, tata nilai, minat dan apresiasi.Ketiga psikomotor menyangkut keterampilan berbuat sesuatu yang berpusat pada otot atau saraf penggerak (motoris).

Arthur Wrigh Combs, menyarankan agar tujuan proses mengajar yang dirumuskan dalam kurikulum diarahkan kepada self-actualization (memberi kesempatan kepada anak didik untuk menyatakan jati dirinya) sebagian pribadi yang memiliki open their experience yaitu sikap terbuka kepada pengalaman, well informed, yaitu geng informasi yang terpecaya.

Penelitian tindakan kelas yang digunakan PTK Diagnostik adalah penelitian yang mengarah pada tindakan langsung yang menuntaskan kelemahan siswa yang menonjol, dalam hal ini penekanan terhadap pemahaman arti bahasa yang belum dikuasai. Selain PTK diagnotis juga PTK partisipan yaitu peneliti terbit langsung dalam pelaksanaan penelitian dalam proses mulai dari awal sampai akhir, dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Dengan demikian, sejak perencanaan dan mengumpulkan data, lalu menganalisis data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitian.

Baca selengkapnya dibawah ini :
https://drive.google.com/file/d/0B8SVWd3GLGyfYjI5OTc2NTMtZTdlZC00MGE0LWEzZDEtODVjYTQ3NjFiYjU1/view?usp=sharing

Baca Selengkapnya...

PTK Bahasa Indonesia kelas III SD

Friday, August 12, 2011

Contoh proposal permohonan dana sekolah

Pendidikan bermutu menjadi impian sekaligus tujuan kita semua, yang harus dilakukan oleh lembaga mulai tingkat TK, SD, SLTP, SLTA hingga perguruan Tinggi, terlebih program pemerintah Pendidikan Dasar 9 Tahun menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan yang ada di tanah air tercinta khususnya Pendidikan di Kabupaten indon.

Kita menyadari bahwa keberhasilan sebuah pendidikan akan sangat tergantung dari berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan, situasi orang tua bahkan sarana dan prasarang juga menjadi bagian yang harus ada dan terpelihara terus dengan baik.
SDN GAUL 1 yang berada dalam satu kompleks dengan PlayGroup, TK, dan SDN GAUL 2 dengan jumlah murid 1197 siswa memiliki potensi besar untuk menjadi contoh Sekolah Sistem Satu Atap yang berkualitas.

Kami mempertimbangkan dari kondisi, situasi, dan berbagai faktor, sekaligus beberapa pengalaman yang kami dapat lewat studi banding di daerah-daerah lain mulai dari basis Pendidikan yang bermutu sampai pada kondisi yang terburuk telah diperoleh suatu kesimpulan.
Bahwa apa yang menjadi tujuan dan impian dari SD kami, akan sangat kesulitan manakala berbagai faktor tidak bisa dipenuhi, lebih-lebih sarana dan prasarana yang kurang memadai, seperti halnya keadaan halaman sekolah dengan kondisi yang memprihatinkan lebih-lebih ketika musim penghujan tiba.

MISI-MISI SDN GAUL I
1.Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas
2.Meningkatkan kinerja guru yang profesional
3.Menumbuhkan semangat belajar siswa
4.Menumbuhkan rasa hormat dalam menghargai orang lain, teman, guru dan orang tua.
5.Meningkatkan kedisiplinan moral yang sopan dan jujur
6.Melaksanakan serta menghayati ajaran agama yang dianutnya.
7.Mempertebal keimanan dan ketaqwaan dengan mendorong dan memfasilitasi pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai luhur agama serta budaya.

Jakarta, 17 Agustus 2011
Kepala SDN GAUL I
Kecamatan cinta

Selengkapnya dan download dibawah ini :
https://drive.google.com/file/d/0B8SVWd3GLGyfMzk0ZWZjYjAtMTg1Mi00YzQyLTk2YjMtYmEwYzA0ZmNiNGRm/view?usp=sharing
Baca Selengkapnya...

Contoh proposal permohonan dana sekolah

Thursday, August 11, 2011

Contoh Soal Ilmu Pengetahuan Alam / IPA

 1. Penggunaan plastik ternyata merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Salah satu akibat dari pemanasan global adalah….
a. air laut menyusut
b. mencairnya es di kutub utara
c. waktu siang bertambah lama
d. menurunnya permukaan tanah
2. Urutan planet dalam tata surya yang benar adalah....
a. bumi-mars-merkurius-venus-jupiter-saturnus-neptunus-uranus
b. bumi-mars-venus-merkurius-jupiter-saturnus-uranus-neptunus
c. merkurius-venus-bumi-mars-jupiter-saturnus-neptunus-uranus
d. merkurius-venus-bumi-mars-jupiter-saturnus-uranus-neptunus
3. Kebutuhan air bersih semakin meningkat, di sisi lain saat ini debit air tanah semakin menyusut. Oleh karena itu kita harus menghemat air bersih. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghemat air adalah....
a. mencuci kendaraan tiap hari
b. mencuci pakaian satu stel tiap hari
c. menyirami tanaman saat tengah hari
d. mematikan kran jika bak air sudah penuh
4. Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dapat mengakibatkan dampak terhadap lingkungan berupa....
a. pencemaran air laut
b. rusaknya terumbu karang
c. banyaknya tangkapan ikan
d. mudahnya menangkap ikan
5. Energi fosil jika dipakai terus-menerus lama-kelamaan akan habis. Hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi fosil adalah….
a. menggunakan kendaraan umum
b. menggunakan kendaraan bermotor pribadi
c. selalu bepergian dengan kendaraan bermotor
d. sama sekali tidak menggunakan kendaraan bermotor

Selengkapnya contoh soal IPA beserta gambarnya buka alamat dibawah ini :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=0B8SVWd3GLGyfNmM0MGIwZDAtYzFiNy00NmZhLWFlZTctNmE3NDc3ZTRkYjcz&hl=in
Baca Selengkapnya...

Contoh Soal Ilmu Pengetahuan Alam / IPA

Contoh kata pengantar PTK



Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rachmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusunan karya tulis yang berjudul "PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKPS POKOK BAHASAN KEPENTINGAN UMUM DI KELAS IV SEMESTER II DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MODEL KOOPERATIF" dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan karya tulis ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu patutlah kiranya penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
  1. Bapak/Ibu Guru Sekolah Dasar Negeri kumpulanptk 1 yang telah mendukung penulis dalam penyusunan karya tulis ini.
  2. Semua pihak yang telah membantu penulisan karya tulis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan balasan yang selayaknya dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan karya tulis ini masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga sudilah kiranya apabila ada yang memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan penulisan mendatang.
Akhirnya penulis berharap semoga apa yang disajikan dalam karya tulis ini memberikan manfaat kepada berbagai pihak pada umumnya dan penulis khususnya.
Nganjuk, 11 Agustus 2011


Penulis,
Baca Selengkapnya...

Contoh kata pengantar PTK

Monday, August 1, 2011

Contoh SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA


PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NGANJUK
UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DINAS PENDIDIKAN TK, SD dan PLB
SDN SATU I No. 058
Jl. Kartini No. 1 kumpulan ptk kec. silabus kab. RPP

Nomor : 950/......../65.651.208.057/2011

Nama Satuan Kerja : PKPS.BBM Bidang Pendidikan (Bos dan BKM)
Kode Kantor / Satker : SDN SATU
Tanggal dan Nomor DIPA : 111.0/55-1/XV/2006.65 Desember 2005
Kegiatan : Keg. Guru, Keg. Siswa, HR, ATK
Klasifikasi Belanja : ATK, Keg. Guru, Keg. Siswa, Belanja Barang

Yang bertanda tangan dibawah ini Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja PKPS BBM Bidang Pendidikan (Bos dan BKM) dinyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala pengeluaran yang telah di bayar lunas oleh bendaharawan yang berhak menerima dengan perincian sebagai berikut :
Download dan lihat selengkapnya dibawah ini :
Contoh SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA
Baca Selengkapnya...

Contoh SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA