Tuesday, March 3, 2015

Makalah Konsep Hati Nurani Full Download

BAB I
PENDAHULAUAN

A.    Latar Belakang
Bagi masyarakat majemuk , diskusi tentang kemoralan secara pilosofati akan senatiasa aktual dan relevan. Modal kita sama , yakni kemampuan intelektual dan rasional. Kepentingtan  titik-titik dalam kemoralan bagi pengembangan hidup bersama  sesuai dengan martabat manusia. Secara umum disadari kiranya bahwa banyak orang yang  pengertiannya tentang moral belum disempurnakan sehingga menjadi pengertian orang dewasa, apalagi  pengertian orang pelajar . mengingat kenyataan ini, maka sangat diperlukan paparan tentang moral untuk memberikan pengertian yang replekstif. Karena manusia kita ketahui memiliki jati diri dari nenek monyang  yang menjadi sebuah tradisi  baik itu secala susila atapun sopan santun yang lainnya.

Manusia tanpa memiliki susila takkan memiliki Negara yang teratur, tidak mungkin ada demokrasi , tidak mungkin ada ekonomi sehat dan tidak mungkin ada budaya - budaya yang ada pada saat ini. Disini kami mencoba memaparkan bagai mana sebuah tujuan dari filsapat moral  yang menjadi acuan kita bertingkah laku. Secara garis besar filsafat moral adalah sebuah ilmu yang mempelajari fakta pengalaman bahwa  manusia bisa membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dari yang buruk, dan manusia memiliki rasa yang wajib.

Konsep Hati Nurani memberi perinsip umum seperti jangan berdusta, jangan mencuri, jangan membunuh dan lain-lain.  Tetapi hukum tidak mengatakan apakah perbuatan tertentu yang di kerjakan oleh peribadi tertrentu ini dia waktu sekarang dan disini ini adalah suatu perbuatan  berdusta, mencuri, membunuh. Hukum akan tidak ada gunanya jika semua orang tiadak mempunyai kemampuan untuk menerapkan hukum pada situasi konkrit di tempat orang tadi berada. Kemampuan ini, yakni menghubungkan hubungan hukum dan perbuatan individual, adalah apa yang disebut dengan hati nurani. Sekian jauh moralitas obyektiflah ke moralitas obyektif moralitas. Sebab, dengan menggunakan keduanya kita dapat mengerti, apakah suatu perbuatan tertentu itu perbuatan yang menurut hakikatnya baik ataupun buruk, ataukah independen.

Dengan konsep hati nurani bisa menentukan sesuatu itu baik ataupun buruk, untuk itu perlu kita kaji kembali dan memperdalam tentang hakikat dari hati nurani ini.

B.Rumusan Masalah
Dari berbagai latar belakang di atas maka kami menyimpulkan yang menjadi rumusan masalah yang kami maksud adalah sebagai berikut :
a.Apakah hati nurani itu ?
b.Bagaimana Konsep Hati Nurani ?
c.Bagimana keputusan hati nurani di buat ?
d.Haruskah kita mengikuti  hati nurani ?
e.Bolehkah kita bertindak dengan hati nurani bimbang ?
f. Bagaimana keraguan hati nurani dapat diselaisekan ?

Beberapa m permasalah diatas akan kita kupal lebih lanjud dibalam pembahasan makalah ini. Guna mengetahui makna dan peranan hati nurani kita.

BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP HATI NURANI


A. Pengertian Hati Nurani Manusia
Dalam sejarah kebangkitan orde baru, kite kenal dengan adanya teritura (tiga tuntutan hati nurani rakyat), yang berakar pada hati nurani manusia, orang Indonesia yang tertindas pada masa orde lama, lalu bangkit menyusul oleh ordeb baru. Kata hati nurani manusia (het geweten van den mens , the consciecen of mean ). Kita tahu bahwa arti hati nurani kemanusiaan ( manusia) dalam hubungan itu jauh lebih luas dari pada yang kita maksud dalam uraian ini. Hati nurani dalam tritura Indonesia adalah budi manusia sepanjang menemukan semua hal-hal atau kebenaran-kebenaran yang universal  yang dimanapun dan pada bangsa mana pun sama, karna hati nurani manusia bersarang pada kemanusiaan yang sama pada setiap orang dan bangsa di dunia.

Sepanjang budi manusia menemukan kebenaran yang universal, yang umum dan abadi sepanjang masa budi manusia berwujut satu terang, sinar. Dalam hubungan ini akan memakainya pada penyusunan tindakan kemanusiaan.

B. Hati Nurani
Hati nurani kadang-kadang disebut dengan suara tuhan. Tetapi istilah tersebut harus diterima secara metafosis, jangan sampai harafiah. Hal tersebut tidah berarti bahwa  kita dapat revelasi/wahyu khusus dari tuhan tentang setiap perbuatan yang akan kita perbuat. Tuhan berbicara kepada kita melalui kodrat tersebut. Manifestasi  adikodrati adalah diluar pilsapat moral. Hati nurani bukanlah merupakan kemampuan khusus, berbeda dari inteleks. Bila tidak demikian, berarti keputusan kita atas kebenaran dan kesalahan perbuatan-perbuatan individual kita akan nonrasional, nonintelektual sifatnya, produk sesuatu naluri yang buta. Jelas perbuatan semacam itu tidak dipunyai oleh makhluk yang ciri khasnya rasionalitas. Moral sence theory  karenanya tidak dapat diterima. Hati nurani adalah suatu fungsi yang intelek peraktis. Bukan soal benar atau salah dalam teorinya, yang dipersoalkan oleh hati nurani adalah seperti “mengapa berdusta salah ?”, mengapa keadilan harus dijalankan ?.

Konsep Hati nurani mempersoalkan pertanyaan-pertanyaan peraktis : apa yang perlu dikerjakan dalam situasi kongkrit ini ?, bila aku kerjakan perbuatan ini aku berpikir. Berdustakah aku ? Juga intelek peraktis yang sama itu yang kita pakai membuat keputusan apa 6yang harus dikerjakanatau apa yang haruis disingkiri dalam soal-soal hidup lainnya seperti : bagaimana perusahaan yang akan saya usahakan, bagimana menggunakan uangku, bagimana membangun rumahku, bagimana kesehatanku, dan lain sebagainya. Seperti juga keputusan-keputusan lainnya, konsep hati nurani dapat salah, dapat membuat keputusan moral yang palsu. Sebagimana orang bias membuat kesalahan-kesalahan dalam bidang hidup lainnya, demikian ia juga bisa salah dalam tingkah laku peribadinya. Tetapi dalam kesemuanya itu manusia hanya punya satu bimbingan, yaitu itu inteleknya. Hati nurani kita beri batasan : keputusan peraktis akal budi yang mengatakan suatu perubahan buruk maka harus dihindari.

Ada tiga hal yang di cangkup dalam hati nurani :

a. Intelek sebagi kemampuan yang membentuk keputusan-keputusan tentang perbuatan-perbuatan individual yang benar dan salah.
b. Proses pemikiran yang ditempuh intelek guna mencapai keputusan semacam  itu.
c. Keputusan sendiri yang merupakan kesimpulan proses pemikiran.
Hati nurani sebenarnya hanya mengatakan yang paling akhir itu, tetapi memuat hal lainya diatas. Maka hati nurani bisa kita artikan ketiga poin diatas.

C. Perbuatan Manusia Qua Talis
Dalam menganalisis sumber-sumber perbuatan insan telah kita temukan bahwa perbuatan manusia akan jadi perbuatan manusia qua talis jika dipengaruhi budi dan kehendak.

Dalam perinsip perbuatan manusia qua talis selalu ada pengaruh kerja budi. Sampai dimanakah kerja budi itu.hal itu telah kita temukan bawa perbuatan harus diketahui lebih dahulu sebagai perbuatan, harus ada pengertian dari perbuatan itu,perbuatan haruslah berada dibawah sinar budi manusia, dibawah budi nurani, hati nurani manusia. Dalam artian bahwa perbuatan manusia disinari, disoroti, diterangi oleh budi manusia sehingga jelas perbuatan manusia ituterjadi oleh manusia. Setelah perbuatan itu diterangi oleh budi manusia, tempaklah bagaimanakah wujud perbuatan itu, andai kata punya warna apakah perbuatan itu merah, hitam, putih atau hijau. Meskipun tidak mempunyai  warna tapi memang karena sinar budi manusia benar tampak jelas bentuknya..

Tiap kemanusiaan adalah satu, perbedaan kulit dan warna, perbedaan bentuk dan rupa tidak mempunyai akibat perbuatan kemanusiaan. Selama manusia disebut manusia, selama masih mempunyai alam  kodrat manusia, selama itu pula manusia  tetap mempunyai hati nurani insani. Oleh karena itu, hati nurani kemanusiaan adalah konsekuensi dari alam kodrat manusia, karena  hati nurani kemanusiaan adalah  sinar dari budi kemanusiaan dalam arti nicellect. Untuk itu, hati nurani adalah suatau keharusan mutlak dari kemanusiaan, suatu keharusan mutlak sebagai akibat dari alam kodrat budi yang bibawa oleh kodrat manusia.

D. Keputusan Hati Nurani
Proses pemikirannya untuk mencapai suatu keputusan hati nurani  adalah sama seperti yang dalam setiap pemikiran logis deduktif. Pemikiran deduktif menuntut adanya peremis minor atau penerapan prinsip pada suatu kasus tertentu, dan kesimpulan yang pasti muncul dari kedua peremis tersebut. Peremis mayor yang dipakai guna membentuk keputusan hati nurani adalah suatu prinsip moral umum, baik yang nyata sendiri kebenarannya  (tidak perlu penyelidikan lagi) ataupun kesimpulan dari pemikiran terdahulu yang ditarik dari prinsip-prinsip yang nyata sendiri kebenarannya.

Para sarjana abad pertengahan memakai istilahsinderesis untuk mengartikan kebiasaan memakai prinsip-prinsip  moral umum, kebiasaan mempunyai prinsip-prinsip semacam itu yang sudah terbentuk dalam pikiran dan kebiasaan memakai prinsip-prinsip tersebut sebagai dasar perbuatan seseorang. Prinsip sinderensis seperti  “kerjakan yang baik, hindari yang buruk” , “hormati hak orang lain ; dan lain-lain bagi pemikiran moral praktis sama halnya dengan prinsip-prinsip pembatalan, alasan yang mencukupi, kualitas, dan lain-lain bagi pemikiran teoritis.

Premis mayor mungkin suatu prinsip sinderensis, mungkin juga suatu kesimpulan yang berasal dari prinsip sinderesis tetapi dipegang oleh seorang sebagi patokan umum perbuatannya. Peremis minor memasukkan perbuatan khusus yang kini akan dikerjakan kedalam sorotan prinsip umum yang dinyatakan dalam premis mayor.

Kesimpulan secara logis muncul dari padanya adalah keputusan hati nurani sendiri. Contoh:
1. Semua perbuatan dusta tidak diperbolehkan.Hakikat perbuatan saya ini adalah dusta.Maka hakikat perbuatan saya ini adalah tidak diperbolehkan.
2. Kesalahan yang bias menyakiti orang lain harus dikoreksi.
Kesalahan yang baru saja aku perbuat adalah menyakiti orang lain.
Maka kesalahan yang baru saya perbuat harus saya koreksi.

Kesimpulan hati nurani sering kita buat demikian cepatnya sehingga kita tidak menyadari bentuk silogistiknya. Tetapi jika kita renungkan proses pemikirannya yang telah kita tempuh,kita dengan mudah bisa melihat bahwa pada hakikatnya berbentuk silogisme.

MACAM HATI NURANI

Hati nurani merupakan penuntun dalam perbuatan-perbuatan yang akan datang, mendorong kita untuk mengerjakannya atau menghindarinya, atau merupakan hakim atas perbuatan yang telah lalu, sumber pembenaran diri atau sumber rasa sesal kita. Yang pertama disebut antencedent conscience, yang terahir consequent  conscience . bila kita memeriksa hati nurani kita menbicarakan consequent  conscience . tetapi untuk kepentingan etika, antencedent conscience jauh lebih penting.inilah yang memerintah atau melarang  apabila melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan moral dan yang meyakinkan atau mengizinkan apabila terhadap pesoalan mana yang baik dan mana yang buruk.

Oleh karena itu keputusan hati nurani adalah keputusan intelek dan intelek bisa sesaat karena memakai premis-premis yang palsu atau memakai atau karena menarik keputusan yang tidak logis, maka hati nurani juga seksama atau keliru.

Hati nurani yang seksama adalah hati nurani yang memutuskan sebagai baik hal yang benar-benar baik, atau memutuskan hal yang benar-benar buruk. Disini ada terdapat persesuaian moralitas subjektif dan moralitas obyektif. Hati nurani yang keliru memutuskan hal yang buruk, atau seburuk hal yang sebenarnya baik. Semua kekeliruan mencapai ketidak tahuan karena seseorang tidak bisa membuat keputusan palsu dalam pikirannya, kecuali jika dia tidak tahu dengan kebenarannya.  Kekeliruan yang terdapat dalam ketidak tahuan itu bisa di atasi dan bisa juga tidak diatasi, hati nurani juga mengandung kepastian  yang memutuskan sesuatu tanpa rasa takut bahwa hal yang berlawanan bisa benar. Hati nurani yang penuh keraguan, atau sama sekali dengan was-was bahwa yang bertentangan mungkin juga benar,  bila tidak mebuat keputusan, intelek dalam keadaan terapung-apung karena tidak melihat motif-motif atau karena melihat motif yang sama dalam kedua belah pihak.

Apabila intelek memutuskan dengan rasa khuatir padahal yang bertentangan, ia memang memberi persetujuan pada satu pihak tetapi keputusannya merupakan suatu opini yang petrobel. Oleh karena itu hati nurani  yang penuh keraguan semacam ini kadang-kadang disebut hati nurani dalam keragu-raguan (probable consince). Tingkat probalitasnya berbeda-beda,  berkisar dari adanya dugaan sedikit saja sampai ke ambang kepastian.

Sesudah kita meliahat hati nurani dan bentuk-bentuknya , sekarang haruslah kita perbincangkan keharusan kita mengikuti hati nurani. Terhadap dua aturan pokok yang harus kita buktikan, dan masing-masing memuat peroblema yang gawat :
a. Selalu patuhilah hati nurani yang pasti.
b. Jangan pernah berbuat dengan hati nurani yang penuh keraguan.

A. Jumlah Hati Nurani Manusia

Kalau kita bertanya lagi berapa hati nurani manusia yang telah kita temukan. Kita akan cenderung mengatakan bahwa telah terdapat empat atau dua macam hati nurani : sebelum atau sesudah perbuatan. Sebetulnya tidaklah demikian. Hati nurani manusia adalah satu. Conscience yang satu itu mempunyai segi lebih dari satu sebelum dan sesudahnya tindakan, dan ini masih di bedakan mengenai perbuatan baik dan jahat.

Mengapa di katakana hanya satu saja ? Karna hanya satu budi sajalah yang ada pada manusia. Dan satu budi  itu yang menyinari perbuatan manusia di pandang dari nilai kesusilaan.

Satu segi masih dapat di majukan dalam mengulas persoalan gewet atau hati nurani, hal itu adalah praktis dari bisikan hati tersebut, praktis karena bisikan hati itu langsung berhubungann dengan perbuatan yang sudah akan di laksanakan.

B. Mematuhi Suatu Hati Nurani
Hati nurani pasti dan hati nurani seksama adalah antara subjektif dan obyektif artinya, subjektif keadaan orang yang memutuskan suatu kepastian yakni kekuatan kuatnya peperangan dalam hati hingga berani membuat keputusan yang benar-benar pasti, dan menuntaskan segala macam keraguan yang ada pada dirinya yang mengalahkan pandangan-pandangan yang obyektif.

Obyektif menunjukkan keadaan yang seksama yang keputusan seseorang  dalam hatinya  menunjuk keadaan yng sebenarnya. Ada dua kemungkinan yang dihadapi disini yaitu :
a. Hati nurani yang pasti dan seksama.
b. Hati nurani tapi keliru.

HATI NURANI YANG PASTI DAN SEKSAMA
Mengetahui hati nurani pasti dan saksama tidaklah sulit , keharusan kata kita jelas. hati nurani pasti dan saksama adalah sekedar hukum kodrat yang diumumkan pada individu dan diterapkan pada perbuatannya  sendiri  tetapi hukum moral harus dipatuhi, maka hati nurani pasti dan saksama harus dipatuhi

Tingkat kepastian apakah yang dituntut ? cukup bahwa  hati nurani secara bijaksana pasti {prudentially certain}. Ini bukan suatu kepastian relative, didalamnya tersisihkan segala rasa takut yang beralasan, rasa takut yang bijaksana bahwa hal yang bertentangan mungkin benar, tetapi tidaklah menghancurkan  rasa takut bayangan yang semata didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan, alas an-alasan yang ada cukup kuat untuk memuaskan seseorang yang normal bijaksana dalam  satu hal yang penting sehingga orang tersebut merasa aman pasti dalam prakteknya meskipun ada terdapat kesempatan teoritis bahwa ia berbuat salah. Tindakan tindakan pencegahan yang semestinya telah dikerjakan , tetapi ia tidak bisa menjamin bahwa hal yang aneh mungkin terjadi, dalam soal moral, kepastian matematis yang tegas {kepastian metafisik }, lawannya berarti kontradiksi } atau juga kepastian ilmu-ilmu {physical certitude, kepastian, pisik, lawannya adalah mukzizat} , janganlah diharapkan. Bila ada soal perbuatan, soal sesuatau yang harus dikerjakan sekarang, tetapi sering mencakup konsekuensi-konsekuensi  yang sementara darinya yang bergantung kepadam kehendak-kehendak orang-orang lain, kemungkinan yang mutlak akan adanya kekeliruan, tidak bisa seluruhnya disingkirkan/dicegah. Tetapi hal itu bisa dikurangi sehingga orang yang normal, orang yang tidak tergganggu penyakit neurosis, tidak akan terhalang untuk berbuat karena rasa takut. Maka seorang yang bijaksana sudah menyelidiki persoalanya dapat berkata bahwa ia pasti bahwa jahat ini salah, bahwa orang ini jujur. Kepastian yang beralasan ( prudential certitude) berhubung menyingkirkan segala bentuk rasa takut yang balasan untuk membawa kekeliruan, adalah lebih dibandingkan dengan suatu kemungkinan besar yang tidak bersih dari rasa takut yang beralasan.

HATI NURANI TAPI KELIRU
Apa yang akan terjadi bila seseorang berhati keliru ?  kekeliruanya dapat diatasi dengan cara mengoreksi diri. Semua orang tahu bahwa ia melekukan kekeliruan dalam perbuatannya,yaitu dengan cara mengoreksi diri bahwa sadar dengan apa yang dilakukannya itu benar atau salah. Tapi hati nurani yang keliru dapat diatasi tidak dapat menjadi hati nurani yang pasti. Hal tersebut dapat dilihat dengan bertanya bagaimana suatu hati nurani dapat menjadi keliru dan dapat diatasi ? seorang dapat mempunyai opini yang perobabel, yakni pendapat yang sekedar bermutu “barangkali” yang ia lalui membuktikan meskipun ia dapat berbuat demikian. Atau juga ia pernah berbuat keputusan dengan pasti tetapi keliru, dan kini ia mulai meragukan apakah perbuatannya itu keliru atau tidak. Selama ia tidak menyadari kekeliruanya, hati nurabninya keliru tidak bisa diatasi. Kekeliruannya menjadi dapat diatasi hanya ia subjektif, tidak lagi pasti dan mulai meragukan, jadi hati nurani yang keliru dapat diatasi adalah nama bagi hati nurani yang penuh keraguan sejak permulaan, atau, jika tidak, hati nurani yang sekali waktu secara subjektif pasti tetap keliru, dan kini hanya menjadi hati nurani yang hanya penuh dengan keraguan. Hal tersebut akan kita selesaikan dalam saat kita membicarakan hati nurani yang penuh keraguan.

Alasan pokok kesimpulan diatas adalah bahwa kehendak tergantung dengan intelek yang menyodorkan sesuatu yang tidak baik dari kehendak. Perbutan menghendaki baik sejauh mengarah kepada kebaikan yang disodorkan oleh intelek, buruk bila mengarah kepada hal yang menurut intelek adalah buruk. Kekeliruan yang tidak dapat diatasi dalam intelek tidaklah mengubah kebaikan atau keburukan perbuatan yang menghendaki ,  yang pada pokoknya merupakan intelek moralitas. Apabila seseorang dengan kuat yakin bahwa perbuatannya adalah benar, ia menaati hukum moral sejauh ia dapat menaatinya. Manakala ia yakin dengan tangguh bahwa perbuatannya salah, maka ia tidak mematuhi hukum moral yang dimaksud, meskipun bisa jadi perbuatan secara obyektif tidak salah.

A. Bertindak Dengan Hati Nurani Penuh Keraguan
Orang yang berbuat dengan hati nurani yang pasti tapi keliru tidak dapat diatasi, ia menghindari keburukan moral sejauh mingkin. Bukanlah salahnya bahwa keputusannya salah, dan ia tidak dapat mempunyai alasan untuk percaya ia salah. Tetapi hal tersebut  tidak bisa kita katakan pada orang yang hati nuraninya penuh keraguan. Ia punya alasan untuk percaya bahwa perbuatan yang akan dilakukannya  bisa juga salah, tetapi ibagaimanapun juga ia melaksanakan perbuatan tersebut.  Benar  ia tidak pasti  bahwa ia memperkosa hukum, tetapi ia tidak mau memakai sarana guna menghindari kemungkinan memperkosa hukum ini. Jadi ia melakukan perbuatan memperkosa atau tidak memperkosa hukum.  Sikap meremehkan hukum semacam itu menunjukan adanya maksud jahat.  Sebab ia menghendaki perbuatan tersebut, tanpa perduli perbuatan itu benar atau salah.  Bila perbuatan tersebut ternyata obyektif  benar, hal itu hanya kebetulan. Maka tidak pernah diperkenankan utuk bertindak dengan hati nurani dengan penuh keraguan.

Lalu, apakah yang dikerjakan oleh orang yang hati nuraninya penuh keraguan ? Keharusannya, pertama, ialah ia mencoba untuk menghapus keraguannya. Ia harus merenungkan masalahnya untuk melihat, mengapa ia tidak dapat mencapai kesimpulan yang pasti. Ia harus menyelidiki dan mencari nasihat, juga mencarinya pada para ahli bila masalahnya cukup penting. Ia harus menelaah fakta-fakta yang terdapat dalam masalah yang dihadapi dan, bila mungkin, memastikannya. Ia harus memakai segala sarana dan jalan yang normal dipakai oleh orang bijaksana, seimbang dengan pentingnya masalah. Sebelum membuat suatu langkah yang penting, orang ahli merasa keringat bersusuah payah mengadakan penyelidikan atas suatu hal , memastikan data-datanya, mencari nasehat kaum ahli lainnya disamping memikirkan sendiri dengan sangat teliti. Hukum kodrat menuntut kesungguhan yang sama dalam masala-masalah moral.

Bagai mana kalu keraguan tidak bisa biselesaikan ?
Bisa terjadi bahwa inpormasi yang diperlukan tidak dapat karena faktanya tidak dicatat atau direkam, atau catatannya, hilang, atau hukumnya samar-samar, atau juga para ahli berdeda, atau masalahnya tidak dapat di tunda lagi guna lebih dahulu mangadakan riset, penyelidikan. Bila tidak pernah diperbolehkan bertindak dengan hati nurani penuh keraguan, apa yang dapat dikerjakan oleh seseorang bila dalam keraguan ? Mungkin nampaknya jawabannya mudah : tidak berbuat apa-apa. Tapi sering sikap ini tidak menolong karena kelalaian bisa bersifat sukarela dan keraguan bisa jadi justru mempersoalkan masalah : apakah boleh tidak kita berbuat dalam masalah ini ?.

Jawaban atas kesulitan tersebut, bahwa setiap hati nurani yang penuh keraguan dapat dalam peraktek sesungguhnya di ubah menjadi hati nurani yang pasti, bahwa seseorang tidak perlu terus berada dalam keragu-raguan tentang apa yang harus ia kerjakan.  Bila metode penyelidikan langsung sebagai yang telah kita paparkan diatas itu telah dipakai dan ternyata tidak memebawa hasil

(hal itu terus selalu lebih dahulu dipakai), maka kita mnggunakan metode yang tidak langsung dalam membentuk hati nurani kita, yakni dengan memakai perinsip-perinsip refleks.

Membentuk Hati Nurani
Dalam kaitan ini perlu di ingat apa yang kita katakan tentang ketidak tahuan yang tidak dapat diatasi. Kemungkinan bisa menjadi dua hal :

a. Seseorang tidak tahu dalam bahasanya ia berada dalam ketidaktahuan,
    atau
b. Tahu tetapai tidak dapat inpormasi yang dibutuhkannya.
Yang pertama adalah contoh ketidak tahuan atau kekeliruan yang tidak dapat diatasi, dan bukan contoh karaguan. Hati seseorang yang subjektip pasti, dan ia harus mengikuti hati nuraninya yang pasti, apakah itu korek- seksama atau keliru tidak dapat diatasi, sebagai mana telah di katakan di muka.

Yang kedua adalah suatu bentuk keraguan karena disini seorang sadar tetang ketidak tahuannya, dan akibatnya ragu-ragu terhadap apa yang seharusnya ia kerjakan. Hal yang penting kita perhatikan ialah bahwa keraguannya bersipat rangkap :

1) Apakah kebenaran yang sebenarnya dari masalah yang ada ?
2) Apa yang wajib dikerjakan seseorang dalam situasi seoperti ini ?
Yang pertama ialah :
Keragauan yang teoritis atau sepekulatif. Dan ini adalah Yang pertama ialah : Keragauan yang teoritis atau sepekulatif. Dan ini adalah pertanyaan yang dapat  dijawab karena metode langsung yang telah dipakai, tetapi gagal memberi hasil.

Yang kedua ialah :
Keraguan peraktis atau operatif. Dan hanya inilah yang bisa diselasaikan.

Meskipum banyak keraguan yang teoritis tidak dapat diatasi, tapi tiap keraguan teoritis dapat diatasi, seorang bisa menjadi pasti tentang apa yang harus ia kerjakan, bagaimana ia diharapkan untuk bertindak, perbuatan apakah yang ia tuntut daripadanya meskipun tetap berada dalam setatus tidak bisa menghapus keraguan teoritis. Jadi, meskipun kebenaran atau kesalahan perbuatan tidak terselesaikan dalam abstraknya, orang ini menjadi pasti tentang apa yang wajib atau diperbolehkan untuk melakukannya dalam keadaan kongkrit. Maka ia berbuat dengan hati nurani yang pasti. Dengan kata lain, ia menentukan macam-macam perbuatan yang pasti diperoleh bagi seorang yang dalam keadaan ragu-ragu. Peroses menyelesaikan keraguan peraktis tanpa menyentuh kraguan teoritis adalah apa yang disebut membentuk hati nurani.

B. Perinsip-Perinsip Refleks.
Peroses pembentukan hati nurani terwujud dengan memakai perinsip-perinsip refleks, yakni perinsip yang dipakai oleh pemikiran dalam merenungi keadaan keragu-raguan dan ketidak tahuan yang sekarang dialami. Dua perinsip yang diterapkan disini :

1) Jalan yang lebih aman harus dipilih
2) Suatu hukum yang meragukan tidak mengikat.
Perinsip yang pertama boleh dipakai, tetapi perinsp yang kedua terbatas.
Jalan lebih aman. Selalu diperkenankan memilih jalan yang moral lebih aman, yakni yang lebih memegang hukum moral. Jika orang tidak wajib tetapi ragu-ragu boleh atau tidak berbuat , jalan yang lebih aman adalah mengelapakan perbuatan tersebut. Jadi, bila ragu-ragu  boleh atau tidak berbuat, jalan yang lebih aman adalah mengelepakan perbuatan tersebut. Jadi, bila ragu-ragu apakah uang ini menurut keadilan punya saya, saya dapat menolak begitu saja.

Kadang –kadang kita wajib mencari jalan yang lebih aman. Kita harus berbuat demikian bila ada suatau tujuan yang harus dicapai dengan penuh tenaga kita, dan keraguan kita hanya sekedar efisiensi jalan atau sarana yang harus dipakai untuk maksud ini.disini keharusan yang tidak diragukan guna mencapai mencangkup keharusan memakai dengan pasti jalan atau sarana yang efisien. Seorang dokter tidak bisa mneggunakan obat yang meragukan untuk pasiennya apabila ia mempunyai obat yang kebih pasti. Seorang pembela tidak boleh memilih mempertahankan terdakwa dengan argumentasi-argumentasi yang lemah bila ia mempunyai argumentasi-argumentasi yang lebih kuat, seorang pemburu tidak boleh menembak kearah semak-semak bila ia ragu-ragu, apakah binatang yang bergerak tadi adalah manusia atau binatang. Seorang pedagang tidak boleh membayar utangnya yang ada dengan mata uang yang mungkin palsu atau menjual barang-barang yang mungkin sudah hancur sebagai barang yang baik sekali.

C. Kesimpulan Hati Nurani
Dalam kejadian-kejadian diatas keharusan seseorang sudahlah pasti, dan ia harus memakai sarana yang tentunya akan memenuhi. Tetapi terdapat kejadian-kejadian lain yang keharusnya sendiri masih merupakan masalah yang meragukan. Disini sangat berlainanlah yang kita hadapi. Jalan yang lebih aman, meski selalu boleh,sering mahal dan tidak menyenangkan. Terdorong oleh keinginan untuk mengerjakan hal yang lebih baik, sering kita mengikutinya saja tanpa komentar. Tetapi kita wajib mengikutinya dalam segala kejadian keraguan, sukarnya hidup tidak akan terderita lagi. Kesukaran-kesukaran semacam itu harus dihindari dengan memakai perinsip-perinsip refleks yang kedua.

Hukum yang meragukan :
Hukum yang meragukan tidak mengikat, hanya dapat diterapkan bila saya ragu-ragu apakah saya ikut atau tidak ikut oleh keharusan, bila keraguan hati nurani berkisar pada sesuai tidaknya perbuatan yang harus dikerjakan dengan hukum. Dibalik perinsip ini ialah permakluman adalah hakikat hukum, dan suatu hukum tidaklah tidak dipermaklumkan karena tidak cukup dengan diberi tahukan kepada si pribadi yang mau berbuat sekarang dan ditempat ini.

Hukum memberi beban keharusan, yang biasanya memayahkan, dan siapa yang hendak membebankan keharusan atau membatasi kemerdekaan orang lain, haruslah membuktikan, haknya untuk berbuat demikian. Orang dianggap bebas sampai pasti bahwa ia dikekang. maka hukum atau kekekangan yang ada tetapi meragukan, kekuatan kehilangan mengikatnya. Hendaknya hati-hati dalam kejadian –kejadian ini dari kejadian-kejadian perinsip lainnya. Tidak boleh menggelindingkan batu besar dari suatu bukit dengan harapan semata menjatuhi orang yang lewat di bawah.

BAB III
P E N U T U P
A . Kesimpulan

Sebagai kesimpulan terakhir dapat dikemukakan Konsep hati Nurani dalam hubungan susila budi manusia sepanjang memberikan pengertian dengan baik dan jeleknya perbuatan yang akan dan sudah dilaksanakan, pengertian memberikan limpahan rasa perasaan kepada manusia setelah perbuatan terjadi.

Kita bergeser dari moralitas obyektif kearah subjektif. Manusia individu menetapkan norma moralitas dan hukum kodrad pada perbuatannya sendiri dengan menggunakan hati nurani (geweten, concience)

Konsep Hati nurani bukanlah konsep kemampuan yang husus, melainkan suatu fungsi dari akal budi peraktis memutuskan perbuatan konkrit dari seseorang sebagai mempunyai artimoral baik atau buruk. Penyimpulan yang digunakan oleh akal budi adalah suatu silogisme deduktif, perinsip mayor adalah suatu perinsip moral yang diterima, perinsip minor adalah penerapan perinsip pada kejadian yang sekarang yang sedang dihadapi, kesimpulan adalah hati nurani. Hati nurani yang mendahului adalah suatu bimbingan ke perbuatan-perbuatan yang akan datang , konsep hati nurani yang mengikuti adalah yang memutuskan mengenai perbuatan yang sudah terjadi. Hati nurani yang seksama menentukan yang baik adalah baik, yang buruk adalah yang buruk, hati nurani yang sesat memutuskan yang baik sebagi yang salah dan yang buruk sebagi yang baik. Hati nurani pasti memutuskan dan mementukan tanpa ada rasa takut akan terjadinya hal sebaliknya, hati nurani yang ragu-ragu  tidak membuat keputusan dengan rasa takut akan terjadi hal sebaliknya.

Hati nurani keras atau kendor sejauh cenderung melebih-lebihkan atau mangurangi kewajiban. Selalu taatilah hati nurani yang pasti. Hati nurani yang pasti dan  koreksi adalah penerapan yang jelas dan semestinya dari hukum moral. Kepastian yang bijaksana,  penyisuihan tentang bentuk ketakutan yang bijaksana tantang hal yang sebaliknya, adalah hal yang dapat diharapkan dalam soal-soal moral. Seseorang yang dalam keraguan atau kebingungan dengan apa yang dia perbuat haruslah menggunakan penyelidikan terlebih dahulu sebelum berbuat seuatu hal yang berat untuk diputuskan sendiri. Apabila cara ini tidak membawa hasil, metode tidak langsung dalam hal ini bisa menjadi pilihan untuk membentuk hati nurani seseorang.

Keraguan-raguan dapat dikupas dengan salah satu dari perinsip repleks :
Jalan yang lebih aman yang harus dipilih. Suatu hukum yang meragukan tidak mengikat.

B. Saran
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, sebagi manusia yang di tuntun oleh hati nurani yang sebagai sinar budi penerang bagi perbuatannya, haruslah pandai dalam melakukan sebuah perbuatan yang dia tentukan. Untuk itu pandai-pandailah untuk memilah perbuatan yang mana dikatakan perbuatan baik dan buruk. Karena pada dasarnya kita sebagi manusia sudah kodratnya menjadi makhluk sosial dan individu yang harus menciptakan perbuatan moralitas bagi dirinya peribadi dan masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA
Salam Burhanudin, M.M. Etika Individual Pola Dasar Filsafat Moral, Rineka Cipta, Jakarta.
Baca Selengkapnya...

Makalah Konsep Hati Nurani Full Download

Friday, February 27, 2015

Makalah Pemecahan Masalah Secara Kreatif


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan). Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.

Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan keadaan yang lain dalam rangka mencapai tujuan.

1.2 TUJUAN
Tujuan kami membuat makalah ini untuk mengetahui :
1. Pengertian berfikir dan pemecahan masalahsecara kreatif
2. Macam – macam Kegiatan Berfikir
3. Langkah – langkah proses Berfikir
4. Strategi dalam Pemecahan Masalah
5. Beberapa straregi dalam Pemecahan Masalah yang sering di gunakan
6. Proses Pemecahan Masalah
7. Penyebab kesuliatan dalam memecahan persoalan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
  • Berfikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna an pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.
  • Masalah adalah suatu kondisi yang memilioki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa.
  • Pemecahan masalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

2.2 MACAM – MACAM KEGIATAN BERFIKIR
1. Berfikir asosiatif
Berpikir Kreatif, yaitu proses berpikir di mana suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya, jadi ide-ide timbul secara bebas. Jenis-jenis berpikir asosiatif :
Asosiatif bebas
Suatu ide akan menimbulkan ide mengenai hal lain, tanpa ada batasnya. Misalnya, ide tentang makan dapat merangsang timbulnya ide tentang restoran, dapur, nasi atau anak yang belum sempat diberi makanan atau hal lainnya

Asosiatif terkontrol
Satu ide tertentu menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Misalnya, ide tentang membeli mobil, akan merangsang ide-ide lain tentang harganya, pajaknya, pemeliharaannya, mereknya, atau modelnya, tetapi tidak merangsang ide tentang hal-hal lain di luar itu seperti peraturan lalu lintas, polisi lalu lintas, mertua sering meminjam barang-barang, piutang yang belum ditagih, dan sebagainya.

Melamun
Menghayal bebas, sebebas-bebasnya tanpa batas, juga mengenai hal-hal yang tidak realistis.

Mimpi
Ide-ide tentang berbagai hal yang timbul secara tidak disadari pada waktu tidur. Mimpi ini kadang-kadang terlupakan pada waktu terbangun, tetapi kadang-kadang masih dapat diingat.

Berfikir artistik
Proses berpikir yang sangat subjektif. Jalan pikiran sangat dipengaruhi oleh pendapat dan pandangan diri pribadi tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Ini sering dilakukan oleh para seniman dalam mencipta karya-karya seninya.

2. Berfikir terarah
Berpikir terarah, yaitu proses berpikir yang sudah ditentukan sebelumya. Dan diarahkan pada sesuatu, biasanya diarahkan pada pemecahannya persoalan. Dua macam berpikir terarah, yaitu :

Berfikir analitis
Berpikir Analitis yaitu Berpikir Konvergen (cenderung menyempit dan menuju jawaban yang tunggal.

Berfikr kreatif
Berpikir kreatif, yaitu berpikir untuk menentukan hubungan-hubungan baru antara berbagai hal, menemukan pemecahan baru dari suatu soal, menemukan sistem baru, menemukan bentuk artistik baru dan sebagainya untuk memperoleh lebih dari satu jawaban.

Dalam berpkir selalu dipergunakan simbol, yaitu sesuatu yang dapat mewakili segala hal dalam alam pikiran. Misalnya perkataan buku adalah simbol uang mewakili benda yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan tertulis huruf-huruf.
Di samping kata-kata, bentuk-bentuk simbol antara laibn angka-angka dan simbol matematika, simbol simbol yang dipergunakan dalam peraturan lalu lintas, not musik, mata uang, dan sebagainya.

2.3 LANGKAH – LANGKAH PROSES BERFIKIR
Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu :
1. Pembentukan Pengertian atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut :
a. Menganalisis ciri-ciri dari sejumalah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur - unsurnya satu demi satu. Misalnya maupun membentuk pengertian manusia. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya :

Manusia Indonesia, ciri - cirinya :
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit sawo mateng
* Berambut hitam
* Dan sebagainya

Manusia Eropa, ciri - cirinya :
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit Putih
* Berambut pirang atau putih
* Bermata biru terbuka
* Dan sebagainya

Manusia Negro, ciri - cirinya:
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit htam
* Berambut hitam kriting
* Bermata hitam melotot
* Dan sebagainya

Manusia Cina, ciri - cirinya:
* Mahluk Hidup
* Berbudi
* Berkulit kuning
* Berambut hitam lurus
* Bermata hitam sipit
* Dan sebagainya

b. Membanding - bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri - ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.
c. Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap ciri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri - ciri yang hakiki itu ialah : Makhluk hidup yang berbudi.

2.Pembentukan Pendapat
Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat.
Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : a. Pendapat positif, yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu, Misalnya Sitotok itu pandai, Si Ani Rajin dan sebagainya.b. Pendapat Negatif, Yaitu Pendapat yang menidakkan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal : Misalnya Sitotok itu Bodoh Si Ani Malas dan sebagainya.c. Pendapat Modalitas atau kebarangkalian, Yaitu Pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan - kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal ; misalnya hari ini mungkin hujan, Si Ali Mungkin tidak Datang. Dan sebagainya.

3. Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan
Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada 3 macam keputusan, Yaitu :

a. Keputusan induktif
yaitu keputusan yang diambil dari pendapat - pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya :
Tembaga di panaskan akan memuai
Perak di panaskan akan memuai
Besi di panaskan akan memuai
Kuningan di panaskan akan memuai Jadi (kesimpulan). Bahwa semua logam kalau dipanaskan akan memuai (Umum)

b. Keputusan Deduktif
Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus , Jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Misalnya : Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum), tembaga adalah logam. Jadi (kesimpulan) : tembaga kalau dipanaskan memuai Contoh lain : Semua manusia terkena nasib mati, Si Karto adalah manusia Jadi pada suatu hari si Karto akan mati.

c. Keputusan Analogis
Keputusan Analogis adalah Keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Misalnya : Totok anak pandai, naik kelas (Khusus). Jadi (kesimpulan) Si Nunung anak yang pandai itu, tentu naik kelas.

2.4 STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH
Strategi Menyeluruh
Di sini persoalan dipandang sebagai suatu keseluruhan dan dipecahkan untuk keseluruhan itu.

Strategi Detailistis
Di sini persoalan di bagi-bagi dalam bagian-bagian dan dipecahkan bagian demi bagian.

2.5 BEBERAPA STRATEGI PEMECAHAN MASALAH YANG SERING DIGUNAKAN
1. Trial and Error
Salah satu kemungkinan strategi pemecahan masalah adalah trial and error sederhana. Akan tetapi strategi ini biasanya akan menghabiskan waktu lama sampai kemudian muncul pemecahan masalahnya. Dengan cara ini banyak masalah dapat pula justru tidak terpecahkan secara sempurna.

Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit, perlu untuk memiliki beberapa strategi selain trial and error. Strategi yang ada seharusnya dijadikan pijakan pada pengkategorian dan penggambaran yang akurat dari suatu masalah. Tetapi hal ini juga harus melalui perhitungan batas ingatan jangka pendek. Kita harus dapat menyelamatkan informasi dan pekerjaan kita tanpa harus dibatasi oleh ruang kerja yang terlalu sumpek dengan ingatan jangka pendek. Dengan cara ini kita akan dapat menggunakan strategi lain selain trial and error.

2. Informational Retrieval
Dalam beberapa kasus, pemecahan terhadap suatu masalah dapat menjadi sederhana seperti mengingat kembali informasi (Informational Retrieval) dari ingatan jangka panjang. Informational Retrieval adalah suatu pilihan penting ketika suatu pemecahan masalah harus ditemukan dengan cepat. Sebagai contoh seorang pilot dapat mengingat dengan cepat yang dibutuhkan untuk menerbangkan maupun mendaratkan pesawat. Ketika seorang pilot membutuhkan informasi, maka ia tidak punya cukup waktu untuk duduk dan menghitung jawaban benar karena waktu adalah hal yang esensial. Oleh karena itu ia gunakan ingatan jangka panjang untuk suatu jawaban segera. Cara ygn digunakan inilah merupakan suatu informational retrieval.

3. Algoritma
Makin kompleks suatu masalah tentu membutuhkan metode yang makin kompleks pula. Dalam beberapa kasus kita dapat menggunakan algoritma. Algoritma adalah metode pemecahan masalah yang menjamin suatu pemecahan masalah jika tersedia kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkannya. Sebagai contohnya adalah algoritma untuk memecahkan anagram, yaitu suatu kelompok huruf-huruf yang dapat diatur kembali menjadi suatu bentuk suatu kata. Katakanlah kita diberi huruf a, l, dan t. Lalu kita coba alt, atl, lta, tla, tal, dan akhirnya kita temukan lat (terlambat) sehingga masalahnya terpecahkan. Contoh lain adalah untuk memindahkan suhu Fahrenheit ke Celcius maka kita dapat menggunakan rumus = 5/9 x (F-32). Formula ini sebagaimana halnya formula yang lain merupakan suatu algoritma.

4. Heuristic
Banyak masalah yang dapat kita temukan sehari-hari yang tidak dapat begitu saja dapat dipecahkan dengan algoritma. Pada bagian ini kita akan belajar menggunakan strategi lain yang disebut dengan heuristic. Heuristic adalah suatu hukum yang terutama membantu kita untuk menyederhanakan masalah. Metode ini meski tidak menjamin suatu pemecahan masalah, tetapi akan mencoba atau berusaha untuk mencapainya. Suatu metode heuristic mungkin hanya dapat bekerja dengan baik untuk situasi tertentu, sementara metode yang lain mungkin hanya digunakan untuk tujuan-tujuan khusus. Akan tetapi metode heuristic secara umum dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia yang lebih luas.

2.6 PROSES PEMECAHAN MASALAH
1. Penafsiran Masalah : Disebut juga dengan mendefinisikan masalah dengan cara berpikir kreatif.
2. Strategi Pemecahan Masalah : Membuat seleksi terhadap strategi pemecahan masalah yang terbaik.

2.7 PENYEBAB KESULITAN DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN
1. Pemecahan persoalan yang berhasil biasanya cenderung dipertahankan pada persoalan-persoalan yang berikutnya. Padahal belum tentu persoalan berikut itu dapat dipecahkan dengan cara yang sama. Dalam hal ini akan timbul kesulitan-kesulitan terutama kalau orang yang bersangkutan tidak mau mengubah dirinya.
2. Sempitnya pandangan sering dalam memecahkan persoalan, seseorang hanya melihat satu kemungkinan jalan keluar. Meskipun ternyata kemungkinan yang satu ini tidak benar, orang tersebut akan mencobanya terus, karena ia tidak melihat jalan keluar yang lain. Tentu saja ia akan mengalami kegagalan. Kesulitan seperti ini disebabkan oleh sempitnya pandangan orang tersebut. Sehingga tidak dapat melihat adanya beberapa kemungkinan jalan keluar.

BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan kami diatas, dapat kami simpulkan bahwa berfikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna an pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.

Pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang. Macam – macam berfikir tebagi menjadi dua yaitu berfikr asosiatif dan berfikir terarah. Langkah – langkah proses berfikir yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan. Ada dua strategi dalam pemecahan masalah yaitu strategi menyeluruh dan strategi detailistis. Selain itu ada beberapa strategi pemecahan masalah yang sering digunakan yaitu Trial and error, Informational Retrieval,Algoritma, dan Heuristic. Proses pemecahan masalah jaga terbagi menjadi 2 yaitu penafsiran masalah dan strategi pemecahan masalah.

Baca Selengkapnya...

Makalah Pemecahan Masalah Secara Kreatif

Thursday, February 26, 2015

Makalah Kepribadian Perawat Download

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Salah satu profesi yang berperan penting dalam penyelenggaraan menjaga mutu pelayanan kesehatan adalah keperawatan. Pelayanan keperawatan adalah gabungan dari ilmu kesehatan dan seni merawat (care), suatu gabungan humanistik dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan, kegiatan klinik, komunikasi, dan ilmu sosial.

Oleh karena itu penting sekali dikembangkan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan diberbagai aspek. Salah satu aspek yang coba dikaji disini adalah perilaku perawat terhadap pasien. Perawat sebagai ujung tombak pelayanan di rumah sakit tentunya mempunyai kualitas kepribadian berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Perbedaan kualitas kepribadian perawat akan mempengaruhi cara perawat dalam berinteraksi memberikan pelayanan, dimana akan berdampak pada tingkat kepuasan pasien.

Kepribadian perawat sebagai pelanggan internal (pelaku pelayanan) mempunyai pengaruh terhadap pola perilakunya terutama dalam memberikan pelayanan kepada pasien agar memuaskan. Karena perawat senantiasa dua puluh empat jam bersama pasien maka sikap dan perilaku perawat berpengaruh terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.

1.2. Tujuan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah :
1. Menjelaskan bagaimana kepribadian Perawat yang seharusnya.
2. Menjelaskan definisi atau pengertian dari perilaku.
3. Menjelaskan perilaku perawat terhadap pasien.

BAB II
PEMBAHASAN
Selengkapnya Makalah Kepribadian Perawat Download silahkan download.
Baca Selengkapnya...

Makalah Kepribadian Perawat Download

Tuesday, February 24, 2015

Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makhluk hidup mengalami penambahan tinggi, penambahan besar diameter. Begitu juga manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan orang dewasa. Seiring waktu pertumbuhannya, bukan hanya ukuran tubuh saja yang menjadi lebih besar namun hal-hal lain juga menjadi semakin matang. Tidak seperti pada makhluk hidup lainnya, pada manusia perkembangan bukan hanya menyangkut masalah kemampuan berkembang biak, namun juga banyak aspek lainnya. Misalnya kemampuan berfikir dan kemampuan emosional. Pada makalah ini kami menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.

B. Tujuan
Setelah membaca dan mempelajari isi makalah ini, maka pembaca mampu :
Ø Menjelaskan definisi pertumbuhan dan perkembangan
Ø Menjelaskan ciri-ciri tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan prinsip-prinsip tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan tahap-tahap tumbuh kembang manusia

C. Metode
Kami membuat makalah ini dengan menggunakan metode study pustaka. Maksud dari study pustaka adalah mengumpulkan data – data atau bahan dari internet dan buku – buku pedoman lainnya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah atau ukuran sel dan tidak dapat kembali ke bentuk semula (irrevesibel) dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka, grafik, dsb. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju ketingkat kedewasaan atau pematangan, tidak dapat diukur tetapi hanya dapat dinikmati .

B. Ciri-ciri tumbuh kembang
Tumbuh kembang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Perubahan dalam aspek fisik dan psikis
2. Lenyapnya tanda-tanda yang lama
3. Perubahan dalam proporsi
4. Diperoleh tanda-tanda baru

C.Prinsip-prinsip tumbuh kembang
Proses yang teratur, berurutan, rapi dan kontinyu --- maturasi, lingkungan dan faktor genetik Pola yang sama, konsisten dan kronologis, dapat diprediksi Variasi waktu muncul (onset), lama, dan efek dari tiap tahapan tukembangan
Ø Mempunyai ciri khas
Ø Never ending process seumur hidup dan meliputi seluruh aspek
Ø Cephalocaudal
Ø Proximodistal
Ø Differensiasi

Hal yang unik, setiap individu cenderung mencapai potensi maksimum perkembangannya Tugas perkembangan
Ø Perkembangan suatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat
Ø Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya
Ø Perkembangan terjadi dalam tempo yang berlainan
 selengkapnya silahkan downlaod Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG
Baca Selengkapnya...

Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG

contoh surat Jual beli tanah dan surat pernyataan berkelakuan baik

Contoh surat pernyataan - Untuk anda yang membutuhkan sebuah contoh surat pernyataan untuk urusan dalam kemasyarakatan bisa melihat beberapa contoh jenis surat pernyataan dibawah ini yang nantinya bisa anda sesuaikan dengan kebutukan masing-masing..


Contoh Surat pernyataan jual beli tanah

AKTA JUAL BELI TANAH
Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama :
Tempat /Tgl. Lahir :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :

Selanjutnya disebut Penjual atau Pihak I.

2. Nama :
Tempat /Tgl. Lahir :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :

Selanjutnya disebut Pembeli atau Pihak II.

Isi Perjanjian :

1. Bahwa pihak I menjual sebidang tanah berikut segala yang ada di atasnya kepada pihak II dengan Harga Rp. 350.000.000,00 ( Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ) tanpa perantara.

2. Bahwa tanah dimaksud seluas .......... x ......... cm, atas dasar petok D No. ..... Berdasarkan C desa No. ................. berkedudukan di Desa Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang dengan bata-batas sebagai Berikut :
a.) Sebelah utara berbatasan dengan ...........
b.) Sebelah selatan berbatasan dengan ...........
c.) Sebelah timur berbatasan dengan ...........
d.) Sebelah barat berbatasan dengan ...........

3. Bahwa berdasarkan C desa bahwa tanah dimaksud hak milik atas Nama ................... Sesuai dangan rekomendasi oleh pejabat desa setempat yang dilegalisir oleh Camat ........ Tanggal .......... Bulan .... Tahun ......

4. Bahwa atas proses jual beli ini dimaksud, Pihak I telah membayar uang tunai untuk pembelian tanah sesuai dengan Nomor (1). Dilakukan di depan saksi-saksi dan pejabat yang berwenang.

5. Bahwa perjanjian ini dibuat bersama di depan saksi-saksi dan pejabat berwenang tanpa ada unsur paksaan dan masing-masing pihak dipastikan sehat jasmani dan rohani.

6. Bahwa dengan dlakukan pembayaran dengan ditandatangani surat perjanjian ini, maka secara syah tanah dimaksud pada nomor (I) telah menjadi hak milik pihak II.

7. Bahwa surat perjanjian ini disepakati dan di tanda tangani bersama-sama diatas materai dan didepan saksi pada hari ............ Tanggal ......... Bulan ......... Tahun ........ Di Desa ....... Kecamatan ....... Kabupaten ........


    Pihak II                                           Pihak I

    (........)                                           (.........)


    Saksi-saksi I

    Pejabat Kelurahan, .................. (...............)
    Ahli Waris I ......................................... ( .............. )
    Ahli Waris II ........................................ ( .............. )


Contoh Surat Pernyataan Berkelakuan Baik

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini ,
Nama :
Tempat dan tanggal lahir :
Agama :
Alamat :

dengan ini menyatakan:

1. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
2. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/Anggota Tentara Nasional Indonesia/Anggota Kepolisian Negara, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
3. Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil dan Calon/Anggota Tentara Nasional Indonesia atau Calon/Anggota Kepolisian Negara;
4. Tidak menjadi anggota dan atau pengurus partai politik;
5. Bersedia ditempatkan di wilayah tempat mendaftar;
6. Sanggup mengganti biaya pelaksanaan penerimaan sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta) rupiah, apabila :

a. dinyatakan lulus ujian tahap akhir dan telah mendaftar ulang tetapi mengundurkan diri dengan alasan apapun, atau
b. mengundurkan diri setelah bekerja di BPS, dengan masa kerja kurang dari 5 (lima) tahun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan saya bersedia dituntut di muka pengadilan serta bersedia menerima segala tindakan yang diambil oleh pemerintah, apabila dikemudian hari terbukti pernyataaan ini tidak benar.

    ……………………, ………………………………
    Yang membuat pernyataan,

    MATERAI
    Rp. 6.000,-
    ………………………………….

Demikian contoh surat pernyataan kali ini, semoga bermanfaat..
Baca Selengkapnya...

contoh surat Jual beli tanah dan surat pernyataan berkelakuan baik

Contoh Makalah NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

A. Pengertian negara maju dan negara berkembang

Negara maju adalah Negara yang rakyatnya memiliki kesejateraan atau kualitas hidup tinggi. Negara berkembang adalah Negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejateraan atau kualitas hidup atau dalam perkembangan.

B. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang .

Ciri-ciri Negara maju antara lain :

1. Pertanian termasuk pertenakan dan perikanan untuk industrilisasi,di jual dan diekspor.
2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6. Sifat kemandirian penduduk tinggi.
7. Tidak tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah.
9. Angka harapan hidup tinggi.
10.Intensitas mobilitas tinggi.

Ciri-ciri Negara berkembang Antara lain :
1. Pertanian termasuk perternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
2. Pada umum nya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
3. Perkembanmgan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasar kan pengalaman dan lamban.
4. Pendapatan relative rendah.
5. Pendidikan penduduk nya rendah.
6. Sifat penduduk kurang mandiri.
7. Sangat tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi.
9. Angka harapan hidup rendah.
10.Intensitas mobilitas rendah.

C. Beberapa Negara maju dan berkembang.
1. Negara Maju sebagai berikut:
- Kawasan eropa barat serta amerika utara
- Belanda - Prancis
- Inggris - Amerika Serikat
- Korea - Australia

2. Negara Berkembang sebagai berikut:
- Negara berkembang terdapat di Benua Asia ,Afrika dan di Amerika Selatan (latin)
- India - Argentina
- Mesir - Mexico
- Indonesia - Malasiya

PERANG DUNIA II
A. Latar Belakang terjadinya perang dunia ll.
Ada yang menyatakan bahwa perang dunia ll adalah lanjutan perang dunia l.perang dunia l merupakan balasan balas dendam prancis terhadap jerman karena dipermalukan dalam kekalahan ketika kalah perang tahun 1870-1871`.selain itu dalam masalah industri,jerman juga bersaing dengan inggris.dengan persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer(aliansi).ada dua persekutuan ,yakni triple alliantle yang kemudian di kenal dengan “ blok sentral” yang terdiri atas jerman ,Australia dan italia.sedangkan triple entente yang kemudian di sebut”blok sekutu” yang terdiri atas perancis,inggris,rusia dan lain-lain.

Pada tanggal 1 agustus 1914 jerman mengumumkan perang kepada rusia dan di susul perancis mengumumkan perang kepada jertman tanggal 3 agustus 1914.

B. Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia ll.
1. Medan Eropa
Pada tanggal 1 september 1940 jerman menyerang polandia.inggris dan prancis mengumumkan perang kepada jerman.inilah sebagai awal meletusnya perang dunia ll.

2. Medan Afrika
Tentara jerman menyerbu Balkan sampai di kreta.rumania dan Bulgaria memihak kepada jerman, tanggal 23 oktober 1942 serangan sekutu terhadap blok sentral di Afrika Utara di pusatkan di El Alamien, Mesir.

3. Medan Asia Pasifik
Perang di medan asia pasifik di awali dengan penyerbuan peryerbuan pangkalan armada anmgkatan laut amerika serikat di pearl harbor,hawai pada tanggal 7 desember 1941 oleh jepang.

C. Akibat Perang Dunia ll.
1.Bidang Politik
a. Amerika Serikat dan rusia(Uni Soviet)sebagai pemenang dalam perang dunia ll tumbuh menjadi Negara raksasa(adikuasa).
b. Terjadinya perebutan pengaruh antara amerika serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan perang dingin.
c. Nasionalisme di asia berkobar dan timbul Negara-negara merdeka.
d. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama,misalnya NATO,METO,dan SEATO.
e. Munculya politik memecah bela Negara.

2. Bidang Ekonomi
Perang dunia ll menghancurkan perekonomian Negara-negara di dunia kecuali amerika serikat.amerika serikat menjadi pusat kekayaan dan krediktur dari seluruh dunia.

3. Bidang Social
a.memberi makan kepada orang-orang yang terlantar
b.mendirikan rumah sakit.
c.mengurus pengungsi dan menyatuhkan kepada keluarganya.
d.mengerjakan kembali tanah yang rusak.

4. Bidang Keharmonian.
Penderitaan yang di timbul akibat perang dunia ll menyadarkan manusia akan akibat buruk perang.penduduk dunia menyadari perlu nya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah liga bangsa-bangsa di bubarkan.

D. Perang Dunia II di Asia Pasifik serta kependudukan militer Jepang di Indonesia.
Perang dunia II di medan asia-pasifik yang di awali oleh jepang dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar angkatan laut amerika serikat pearl harbor di pasifik tanggal 7 desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, gubernur jenderal hindia belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap jepang.

Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan iba di pulau Luzon filifina.

Pada tanggal 10 desember 1941 jepang menduduki pulau Luzon dan bataan di Filipina dengan pendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang di bantu sukarelawan Filipina.

E. Pengaruh kebijakan pemerintahan pendudukan di Jepang di Indonesia.
Dengan penandatanganan ini maka perang dunia II membawa akibat bagi bangsa indonesia yaitu :
1. akibat positif, yaitu imperialism belanda di Indonesia berakhir,
2. akibat negatif, yaitu Indonesia di jajah jepang.
Kebijaksanaan jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh barat di kalang di Indonesia.
2. Menggerakan rakyat Indonesia demi kemengan Jepang dalam perang Asia Timur Raya.

F. Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dan penggerakan kebangsaan Indonesia melalui MIAI, gerakan bawah tanah, perjuanggan bersenjata.

Adapun bentuk-bentuk perlawanan terhadap jepang sebagai berikut:
1. Perjuanggan melalui organisasi bikinan jepang.
a. Memamfaat kan garakan PUTERA (pusat tenagah rakyat).
b. Memanfaatan barisan pelopor(syuisyintai)
c. Memanfaat kan chuo sangi in (badan penasehat pusat)

2. Perjuanggan melalui organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).
3. Perjuanggan melalui gerakan Bawah Tanah.
a. Gerakan kelompok Sultan Syahrir.
b. Gerakan Kelompok Amir Syahripudin.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa.
d. Kelompok Sukarni.
e. Kelompok Pemuda Menteng 31.

4. Perjuanggan melalui perlawanan bersenjata.
a. Perlawanan bersenjata dilakukan oleh rakyat.
b. Perlawanan senjata yg di lakukan oleh PETA.
Baca Selengkapnya...

Contoh Makalah NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Makalah PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN

LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN
DIKANTOR CAMAT Awar-awar
KABUPATEN Kumpulanptk

Disusun Oleh
NAMA : KUMPULANPTK BLOGSPOT COM
KELAS : 3 ADMINISTRASI

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMKN) NEGERI 1 Jakarta
Jl. www kumpulanptk blogspot com
TAHUN AJARAN 2014/2015


KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan dan sekaligus dapat menyusun Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) pada Kantor Camat Lais.

Laporan ini disusun berdasarkan hasil Pelaksanaan Kegiatan Perakerin yang dimulai pada tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2014 dikantor Camat Lais.

Laporan ini disusun dengan maksud untuk dijadikan pedoman, semoga kita dapat melaksanakan dan meningkatkan pengetahuan tentang administrasi pemerintahan tingakat Kecamatan dan kita dapat tau cara kinerja pemerintahan tersebut dan bisa menerapkan ilmu itu dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pegawai dikantor Camat Lais terutama Camat, Sekretaris Kecamatan, Kasi, Kepala Sub Bagian dan Staf yang telah membimbing serta memberikan sesuatu yang belum kami pelajari di sekolah.

Pada akhirnya kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon agar para pembaca dan para guru sekalian dapat memberikan saran dan kritik supaya menjadi masukan dalam menyusun laporan ini, atas saran dan kritik yang telah kami terima sehingga dapat membangun/memperbaiki laporan ini dikemudian hari,

Dengan mengucapkan Alhamdulillah kami susun laporan ini dan terima kasih.

Jakarta, Februari 2015

Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri
1.3. Metode Pengumpulan Data
BAB II PROSES PRAKTEK KERJA ADMINSTRASI PERKANTORAN
2.1. Waktu dan tempat Pelaksanaan
2.2. Gambaran Umum Institusi Kantor Camat Lais
2.3. Materi Pelatihan Selama Prakerin
2.4. Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan
2.5. Skema Langkah-langkah Kerja
2.6. Teori Pendukung
BAB III TEMUAN
3.1.Paktor Pendukung dan Penghambat
3.2. Manfaat yang disarankan / hasil
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
4.2. Saran-saran
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah salah satu kegiatan pembelajaran siswa yang berlangsung di Dunia Keja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu-ilmu yang ada disekolah melalui ilmu-ilmu tersebut diterapkan ditempat kerja/Prakerin yang telah ditentukan. Sehingga para siswa dapat menerapkan disiplin ilmu dan penerapannya dilapangan.

Berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor : 0490 / U 1992 tentang SMK dan Keputusan Mendikbud Nomor : 08 / U /1993 tentang Kurukulum SMK antara lain Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan dapat bekerja sama dengan masyarakat terutama Dunia Usaha atau Dunia Industri dan para Darmawan untuk memperoleh Sumber Daya Manusia yang siap dalam persaingan di Dunia Usaha dan Industri sehingga diharapkan siswa siap menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah dan Prakerin dalam rangka pengembangan dunia pendidikan.

1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri
Tujuan yang diharapkan dapat tercapai dari kegiatan Praktek Kerja Industri ( Prakerin) adalah :
1. Menghasilakan /mencetak seseorang yang siap dalam persaingan dunia usaha sehingga profesionalisme dan keterampilan serta etos kerja dituntut dalam hal ini.
2. Memperkokoh “ Link And Match “ ( Keterkaitan dan Kesepadanan) antara ilmu yang diberikan disekolah dengan Dunia Usaha serta Dunia Industri yang akan mereka hadapi.
3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang efisiensi dan Profesional dalam proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dalam dunia usaha.
4. Meningkat kan Pengalaman dan Penghargaan terhadap Pengalaman Kerja sebagai bagian proses pendidikan.

1.3. Metode Pengumpulan Data
Sebagai bahan Laporan Prakerin pada Kantor Camat Lais kami mengumpulkan data-data dengan cara :
1. Bertanya kepada Instruktur yaitu Sekretaris Camat beserta stafnya.
2. Mengumpulkan arsip-arsip yang telah lalu, serta membaca panduan register surat-surat yang telah dibuat.
3. Serta membaca dan menganalisa tugas-tugas kakak tingkat yang telah lalu dari berbagai macam tempat Prakerin yang telah mereka jalani.
4. Melihat dan memodifikasi contoh-contoh laporan Prakerin yang telah dibuat sebelumnya.
5. Bertanya-tanya kepada kawan dan kakak tingkat serta guru-guru yang membidangi masalah Administrasi.

BAB II
PROSES PRAKTEK KERJA ADMINSTRASI PERKANTORAN
2.1. Waktu dan tempat Pelaksanaan
Proses Praktek Kerja Industri yang dilaksanakan mulai tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2013 yang bertempat di Kantor Camat Lais Kabupaten Bengkulu Utara, yang beralamat di Jalan Raya Lais Bengkulu Desa Pal 30 Kabupaten Bengklulu Utara.
2.2. Gambaran Umum Institusi Kantor Camat Lais
Adapun Kegiatan yang dilakukan Penulis selama kegiatan Prakerin antara lain :

1. Merigister Kartu Keluarga ( KK) dan mendesposisikan surat masuk.
Merigister Kartu Keluarga ( KK) yaitu memberikan indeks surat serta nomorkan Surat Pengantar Kartu Keluarga ( KK) serta melegalisirkan ke Sekretaris Kecamatan dan mengarsipkan Surat Pengantar KK tersebut.
Mendesposisikan surat adalah surat yang diterima dari luar dicatat dibuku masuk lalu dicatat nomor serta tujuan surat tersebut lalu diserahkan ke sekretaris kecamatan supaya surat tersebut di paraf dan diberikan kesatuan tugas tujuan surat tersebut supaya ada tindak lanjutnya surat yang dimaksud tersebut.

2. Membuat Surat Undangan.
Membuat Surat Undangan yaitu memberikan indeks serta nomor surat undangan yang dimaksud lalu mengetik berdasarkan konsep dari staf yang ditugasi sekretaris Kecamatan.

3. Membuat Jadwal Kerja Camat
Membuat Jadwal Kerja Camat adalah menjadwalkan kerja Camat selama 1 (satu) minggu hari kerja atau menyusun jadwal kerja camat yang telah diberikan Sekretaris Kecamatan kepada kami.

4. Membuat data desa-desa dalam wilayah Kecamatan Lais
Membuat data desa-desa dalam wilayah Kecamatan Lais adalah membuat keadaan jumlah penduduk, wajib KTP dan kelompok umur serta mendata perekonomian disetiap desa-desa diwilayah kerja Kecamatn Lais.

5. Membuat daftar hadir karyawan dan daftar piket Sekretaris Desa
Membuat daftar hadir karyawan yaitu membuat Absensi dan kehadiran karyawan setiap hari kerja karyawan dan karyawati kantor Camat Lais. Daftar piket yaitu daftar yang diberikan kepada Sekretaris Desa-desa masing-masing secara bergilir selama 1 (satu) minggu.

6. Mengarsipkan orang yang membuat E-KTP
Mengarsipkan orang yang membuat E-KTP yaitu menulis dan mendata orang-orang yang membuat E-KTP serta menuliskan didalam buku jurnal E-KTP.

2.3 Materi Pelatihan Selama Prakerin
Kegiatan Praktek Kerja Industri ( Prakerin) dilaksanakan pada awal tahun pelajaran ditingkat 3 (tiga), pada tahun ajaran ini Praktek Kerja Industri dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2013.
Selama Prakerin banyak sekali materi pelatihan yang dapat diperoleh dan dapat dipraktekkan disekolah dan dunia industri. Materi yang kami dapat selama Prakerin dikantor Camat Lais agak sedikit berbeda dengan materi yang didapat dari sekolah sehingga kami sedikit perlu penyesuaian lagi didalam pelaksanaan pekerjaan Perakerin kami di kantor camat Lais.
Adapun materi tersebut adalah :
A. Mengarsipkan surat keluar dan surat masuk
1. Mengindeks dan menomorkan surat tersebut
2. Mendesposisikan surat tersebut
3. Memberikan tujuan atau maksud surat tersebut.

B. Membuat jadwal dan mengetik surat yang telah dibuat konsepnya.
1. Berkordinasi kepada sekretaris Kecamatan tentang jadwal camat, staf dan Sekretaris Desa
2. Membuat dan menjadwalkannya.
3. Memberikan kepada Sekretaris Kecamatan.

2.4.Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan
Peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan dikantor Kecamatan Lais :
1. Pena
2. Pensil
3. Mistar
4. Staples
5. Penghapus Pensil
6. Kertas
7. Kalkulator
8. Komputer
9. Map
10. Binder Clips
11. Map
12. Buku Agenda
13. dll

2.5. Skema langkah-langkah kerja
A. Menomorkan dan mengarsipkan surat masuk dan keluar.
1. Mencari dan menuliskan nomor surat registrasi yang tertera pada buku Agenda.
2. Memasukkan nomor agenda pada lembar desposisi.
3. Mengetik berdasarkan konsep yang diberikan Sekretaris Kecamatan.

B. Membuat Jadwal Camat Lais
1. Mendata menanyakan kepada Camat tentang Jadwalnya
2. Berkonsultasi dan mengonsep jadwal tersebut kepada Sekretaris Kecamatan.
3. Mengetik Jadwal tersebut.

C, Membuat laporan Penduduk Perdesa
1. Menerima data dari para Kepala Desa tentang penduduk yang ada didesanya.
2. Menghitung jumlah data tersebut.

2.6. Teori Pendukung
1. Tersedianya alat yang lengkap
2. Tersedianya Fasilitas yang nyaman dan memadai.
3. Adanya Instruktur yang siap membantu jika ada yang belum dipahami.
4. Adanya Jadwal / program kerja yang akan dilakukan dan lain-lain.

BAB III
TEMUAN
3.1.Paktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung :
1. Tersedianya alat kerja yang canggih seperti Komputer dan Perangkatnya
2. Keramahan karyawan/karyawati ditempat Prakerin
3. Tempat Prakerin yang nyaman

Faktor Penghambat :
1. Siswa tidak bisa langsung menyesuaikan diri ditempat kerja.
2. Kurikulum yang didapat di sekolan berbeda dengan tempat Prakerin
3. Meteri yang disampaikan bersifat lisan sehingga perlu penalaran yang tinggi.

3.2. Manfaat yang disarankan / hasil
Setelah menyelesaikan Kegiatan Prakerin penulis dapat merasakan manfaat yang positif diantaranya :
1. Penulis dapat mendalami semua materi dan pelatihan yang diterima disekolah dengan cara mempraktekkan didunia kerja.
2. Penulis dapat mengerti dan memahami seluk-beluk Administrasi Perkantoran
3. Penulis mengetahui kinerja dan kapasitas dari setiap Pegawai Kontor Kecamatan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Prakerin merupakan salah satu materi yang diberikan kepada siswa, khususnya program keahlian yang ada di sekolah Kejuruan yang diterapkan secara kerja nyata dan langsung dipraktekkan.
2. Penulis banyak mendata ilmu Pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya tidak didapatkan di sekolah.
3. Penulis banyak mendapatkan wawasan dan pengalaman kerja di dunia administrasi.

4.2 Saran-saran
Setelah melakukan Praktek Kerja Industri ( Prakerin), untuk menjunjung visi dan misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka harapan saya untuk kedepannya supaya pihak sekolah lebih mempersiapkan kurikulum yang akan dijalani dan dihadapi sewaktu siswa Prakerin, waktu pelaksanaan dilapangan supaya diperpanjang sehingga para siswa Prakerin lebih memahami apa maksud dan tujuan Prakerin tersebut.
Dengan adanya kesiapan tersebut dan lamanya waktu Prakerin maka pihak sekolah diharapkan mendapatkan pembekalan yang cukup dan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Arsip Kantor Camat Awar awar
Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Kantor Camat Awar-awar.
SMKN 01 jakarta , Laporan Praktek Kerja Industri, 2014/2015.
Baca Selengkapnya...

Makalah PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN

Monday, February 23, 2015

Makalah Tanggung Jawab Pendidik

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penididikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardhi (pemelihara) pada alam semesta ini. Dengan demikian, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapkan generasi penerus (peserta didik) dengan kemampuan dan keahliannya (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ketengah lingkungan masyarakat yang berbekalkan Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Namun dewasa kini seiring dengan pesatnya perkembangan terjadi pula pergeseran nilai-nilai pendidikan islam yang jauh dari makna serta hakekat pendidikan islam itu sendiri. Diantara sekian beragam pergeseran nilai-nilai yang terjadi diantaranya adalah krisis tanggung jawab seorang pendidik. Oleh itu penulis berharap dengan disusunya makalah ini mudah-mudahan dapat memberikan sumbangsih dalam mengatasi permasalahan ini.

B. Rumusan Masalah
Pengertian Tanggung Jawab Pendidik
Wujud Tanggung Jawab Pendidik

C. Tujuan
Memahami Pengertian Tanggung Jawab Pendidik
Memahami Wujud Tanggung Jawab Pendidik

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Dasar
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau ada suatu hal boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya).[1]Sedangkan pendidikan yang merupakan berasal dari kata didik, mendidik, memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.[2]Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah kewajiban menanggung memelihara dan memberi latihan berupa pengajaran mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwasanya diantara karakter seorang pendidik adalah memiliki sifat tanggung jawab, hal ini didasarkan sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْرَعِيَّتِهِ،

“Dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Shalallohu ‘Alaihi wa Salam bersabda, “setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin” (HR. Muslim No.1829)

Seorang pendidik memiliki tanggung jawab atas peserta didik yang berada dalam naungan kepemimpinannya bagaimana mengarahkannnya menjuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardh (pemelihara) pada alam semesta ini. Dengan demikian, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapkan generasi penerus (peserta didik) dengan kemampuan dan keahliannya (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ketengah lingkungan masyarakat yang berbekalkan al-Qur’an dan as-Sunnah.

B. Wujud Tanggung Jawab
Dalam ranah lingkup pendidikan islam sebagai wadah pengembangan akal dan pikiran, pengarah tingkah laku dan perasaan yang berbenilaikan islami, semuanya itu berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunah, implikasinya diantara tanggung jawab pokok yang harus ditunaikan seorang pendidik adalah menyampaikan Al-Qur’an dan As-sunnah. Atau dengan kata lain pendidik adalah media transmisi nilai-nilai Al-Quran dan As-sunah.

Sebagaimana diantara pengertian pendidikan islam berdasarkan hasil seminar pendidikan islam se-Indonesia tahun 1960 di rumuskan, pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran islam dengan hikmah mengarahkan, pengajarkan, melatih, mengasuh, mengawasi berlakunya semua ajaran islam.[3]

Formulasi hakekat pendidikan islam tidak bisa dilepaskan begitu saja dari ajaran islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Assunah, karena kedua sumber ini merupakan pedoman otentik dalam penggalian khazanah keilmuan apapun. Dengan berpijak pada kedua sumber ini, diharapkan akan di peroleh gambaran yang jelas tentang hakekat pendidikan Islam.

Bertumpu pada pengertian, tujuan, hakekat serta landasan pendidikan islam yang dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan islam adalah proses transinternalisasi nilai-nilai islami yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan As-sunnah. Inilah yang menjadi tanggung jawab utama seorang pendidik islam. Sebagimana hal ini telah banyak dilakukan oleh generasi terbaik umat ini yakni para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in.

Dewasa ini telah banyak terjadi pergeseran nilai dalam dunia penddikan islam, dimana banyak dari kaum muslimin sendiri telah meninggalkan sumber utama islam, juga pendidikan islam yang merupakan manisfestasi dari sarana eksistensi agama Islam, dan sebagian besar terjadi dalam pergeseran nilai ini adalah meniggalkan sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dikarenakan berbagi faktor, singkatnya faktor-faktor tersebut adalah berakar faktor syahwat dan syubhat. Padahal sudah banyak hujjah yang nyata lagi jelas tentang keabsahan sunnah dan bagaimana agungnya kedudukannya dengan Al-Qur’an. Jika kita meninjau ulang sejarah para Salafus Shalih, tentu ini bertolakbelakang dengan apa yang dikerahkan mereka.

Pada kesempatan ini penulis akan menyajikan bagaimana generasi terbaik ini telah berpegang teguh dalam mempertahankan dan menyampaikan sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Salah satunya adalah dari generasi Sahabat mulia yaitu Abu HurairahRadhiyallahu ‘Anhu.

Dalam sebuah riwayat disebutkan pada masa beliau Radhiallohuanhu menjadi gubernur Madinah pada zaman Marwan bin al-Hakam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لاَ يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ»، ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: «مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ، وَاللَّهِ لَأَرْمِيَنَّ بِهَا بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ»

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda,”janganlah seorang tetangga menolak tetangganya yang akan meletakan kayu pada didingnya.” Kemudian Abu Hurairah berkata, “ kenapa kalian masih mengabaikan tuntunnan ini, demi Allah, saya akan memikulkannya di atas pundak-pundak kalian.” (Muttafaq’Alaih)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menjelaskan adapun hadits dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu, bahwasanya Nabi sholallohu’alaihiwasalam bersabda, “janganlah seorang tetangga menolak tetangganya yang akan menancapkan kayu pada didingnya.” Maksudnya jika tetanggamu ingin membuat atap rumahnya dan meletakan kayu di atas tembokmu maka anda tidak boleh melarangnya, karena hal itu tidak merusak, malah dapat menghalangi jatuhnya air hujan, apalagi pada zaman dahulu ketika tembok bangunan terbuat dari tanah, keberadaan kayu itu dapat menghalangi air hujan dan melindunginya, bahkan dapat memperkuat dan mengokohkannya. Dalam hal ini terdapat kemaslahatan untuk tetangga dan juga untuk dinding rumahnya, maka tidak boleh seorang melarang tetanggannya meletakan kayu diatas temboknya kalo ia melarang maka ia memaksakan agar kayu itu diletakan pada batang hidungnya.

Oleh karena itu Abu Hurairah berkata, “Kenapa saya melihat kalian mengabaikan tuntunan (sunnah) ini, demi Allah, saya akan memikulkannya di atas pundak-pundak kalian.” Maksudnya siapa yang tidak mau menerima tetangganya meletakan kayu di temboknya, maka kami akan meletakannya di pundaknya ucapan ini di katakan ketika beliau Radhiallohuanhu menjadi gubernur Madinah pada zaman Marwan bin al-Hakam.

Demikianlah dapat kita renungkan bagaimana gigihnya seorang sahabat dalam berpegang teguh dan amanah dalam memberikan pengajaran mengenai sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Dan memililki karakter tanggung jawab yang sudah selayaknya dimiliki oleh pendidik ajaran agama islam.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau ada suatu hal boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya). Sedangkan pendidikan yang merupakan berasal dari kata didik, mendidik, memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah kewajiban menanggung memelihara dan memberi latihan berupa pengajaran mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Seorang pendidik memiliki tanggung jawab atas peserta didik yang berada dalam naungan kepemimpinannya bagaimana mengarahkannnya menjuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardh(pemelihara) pada alam semesta ini.

Berasaskan pengertian, tujuan, hakekat serta landasan pendidikan islam yang dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan islam adalah proses transinternalisasi nilai-nilai islami yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan As-sunnah. Inilah yang menjadi tanggung jawab utama seorang pendidik islam. Sebagimana hal ini telah banyak dilakukan oleh generasi terbaik umat ini yakni para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in.

DAFTAR PUSTAKA
Purwadarminta, W.J.S. 2001. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Ramayulis. 2012. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: kalam mulia.
Salim, Moh. Hailami & Syamsul Kurniawan. 2012. Studi Ilmu Pendidikan Islam, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 2010. Syarh Riyadhus Shalihin, Jakarta: Darus Sunnah,.
Baca Selengkapnya...

Makalah Tanggung Jawab Pendidik