Friday, February 27, 2015

Makalah Pemecahan Masalah Secara Kreatif


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan). Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.

Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan keadaan yang lain dalam rangka mencapai tujuan.

1.2 TUJUAN
Tujuan kami membuat makalah ini untuk mengetahui :
1. Pengertian berfikir dan pemecahan masalahsecara kreatif
2. Macam – macam Kegiatan Berfikir
3. Langkah – langkah proses Berfikir
4. Strategi dalam Pemecahan Masalah
5. Beberapa straregi dalam Pemecahan Masalah yang sering di gunakan
6. Proses Pemecahan Masalah
7. Penyebab kesuliatan dalam memecahan persoalan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
  • Berfikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna an pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.
  • Masalah adalah suatu kondisi yang memilioki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa.
  • Pemecahan masalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

2.2 MACAM – MACAM KEGIATAN BERFIKIR
1. Berfikir asosiatif
Berpikir Kreatif, yaitu proses berpikir di mana suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya, jadi ide-ide timbul secara bebas. Jenis-jenis berpikir asosiatif :
Asosiatif bebas
Suatu ide akan menimbulkan ide mengenai hal lain, tanpa ada batasnya. Misalnya, ide tentang makan dapat merangsang timbulnya ide tentang restoran, dapur, nasi atau anak yang belum sempat diberi makanan atau hal lainnya

Asosiatif terkontrol
Satu ide tertentu menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Misalnya, ide tentang membeli mobil, akan merangsang ide-ide lain tentang harganya, pajaknya, pemeliharaannya, mereknya, atau modelnya, tetapi tidak merangsang ide tentang hal-hal lain di luar itu seperti peraturan lalu lintas, polisi lalu lintas, mertua sering meminjam barang-barang, piutang yang belum ditagih, dan sebagainya.

Melamun
Menghayal bebas, sebebas-bebasnya tanpa batas, juga mengenai hal-hal yang tidak realistis.

Mimpi
Ide-ide tentang berbagai hal yang timbul secara tidak disadari pada waktu tidur. Mimpi ini kadang-kadang terlupakan pada waktu terbangun, tetapi kadang-kadang masih dapat diingat.

Berfikir artistik
Proses berpikir yang sangat subjektif. Jalan pikiran sangat dipengaruhi oleh pendapat dan pandangan diri pribadi tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Ini sering dilakukan oleh para seniman dalam mencipta karya-karya seninya.

2. Berfikir terarah
Berpikir terarah, yaitu proses berpikir yang sudah ditentukan sebelumya. Dan diarahkan pada sesuatu, biasanya diarahkan pada pemecahannya persoalan. Dua macam berpikir terarah, yaitu :

Berfikir analitis
Berpikir Analitis yaitu Berpikir Konvergen (cenderung menyempit dan menuju jawaban yang tunggal.

Berfikr kreatif
Berpikir kreatif, yaitu berpikir untuk menentukan hubungan-hubungan baru antara berbagai hal, menemukan pemecahan baru dari suatu soal, menemukan sistem baru, menemukan bentuk artistik baru dan sebagainya untuk memperoleh lebih dari satu jawaban.

Dalam berpkir selalu dipergunakan simbol, yaitu sesuatu yang dapat mewakili segala hal dalam alam pikiran. Misalnya perkataan buku adalah simbol uang mewakili benda yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan tertulis huruf-huruf.
Di samping kata-kata, bentuk-bentuk simbol antara laibn angka-angka dan simbol matematika, simbol simbol yang dipergunakan dalam peraturan lalu lintas, not musik, mata uang, dan sebagainya.

2.3 LANGKAH – LANGKAH PROSES BERFIKIR
Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu :
1. Pembentukan Pengertian atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut :
a. Menganalisis ciri-ciri dari sejumalah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur - unsurnya satu demi satu. Misalnya maupun membentuk pengertian manusia. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya :

Manusia Indonesia, ciri - cirinya :
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit sawo mateng
* Berambut hitam
* Dan sebagainya

Manusia Eropa, ciri - cirinya :
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit Putih
* Berambut pirang atau putih
* Bermata biru terbuka
* Dan sebagainya

Manusia Negro, ciri - cirinya:
* Mahluk hidup
* Berbudi
* Berkulit htam
* Berambut hitam kriting
* Bermata hitam melotot
* Dan sebagainya

Manusia Cina, ciri - cirinya:
* Mahluk Hidup
* Berbudi
* Berkulit kuning
* Berambut hitam lurus
* Bermata hitam sipit
* Dan sebagainya

b. Membanding - bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri - ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.
c. Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap ciri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri - ciri yang hakiki itu ialah : Makhluk hidup yang berbudi.

2.Pembentukan Pendapat
Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat.
Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : a. Pendapat positif, yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu, Misalnya Sitotok itu pandai, Si Ani Rajin dan sebagainya.b. Pendapat Negatif, Yaitu Pendapat yang menidakkan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal : Misalnya Sitotok itu Bodoh Si Ani Malas dan sebagainya.c. Pendapat Modalitas atau kebarangkalian, Yaitu Pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan - kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal ; misalnya hari ini mungkin hujan, Si Ali Mungkin tidak Datang. Dan sebagainya.

3. Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan
Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada 3 macam keputusan, Yaitu :

a. Keputusan induktif
yaitu keputusan yang diambil dari pendapat - pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya :
Tembaga di panaskan akan memuai
Perak di panaskan akan memuai
Besi di panaskan akan memuai
Kuningan di panaskan akan memuai Jadi (kesimpulan). Bahwa semua logam kalau dipanaskan akan memuai (Umum)

b. Keputusan Deduktif
Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus , Jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Misalnya : Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum), tembaga adalah logam. Jadi (kesimpulan) : tembaga kalau dipanaskan memuai Contoh lain : Semua manusia terkena nasib mati, Si Karto adalah manusia Jadi pada suatu hari si Karto akan mati.

c. Keputusan Analogis
Keputusan Analogis adalah Keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Misalnya : Totok anak pandai, naik kelas (Khusus). Jadi (kesimpulan) Si Nunung anak yang pandai itu, tentu naik kelas.

2.4 STRATEGI DALAM PEMECAHAN MASALAH
Strategi Menyeluruh
Di sini persoalan dipandang sebagai suatu keseluruhan dan dipecahkan untuk keseluruhan itu.

Strategi Detailistis
Di sini persoalan di bagi-bagi dalam bagian-bagian dan dipecahkan bagian demi bagian.

2.5 BEBERAPA STRATEGI PEMECAHAN MASALAH YANG SERING DIGUNAKAN
1. Trial and Error
Salah satu kemungkinan strategi pemecahan masalah adalah trial and error sederhana. Akan tetapi strategi ini biasanya akan menghabiskan waktu lama sampai kemudian muncul pemecahan masalahnya. Dengan cara ini banyak masalah dapat pula justru tidak terpecahkan secara sempurna.

Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit, perlu untuk memiliki beberapa strategi selain trial and error. Strategi yang ada seharusnya dijadikan pijakan pada pengkategorian dan penggambaran yang akurat dari suatu masalah. Tetapi hal ini juga harus melalui perhitungan batas ingatan jangka pendek. Kita harus dapat menyelamatkan informasi dan pekerjaan kita tanpa harus dibatasi oleh ruang kerja yang terlalu sumpek dengan ingatan jangka pendek. Dengan cara ini kita akan dapat menggunakan strategi lain selain trial and error.

2. Informational Retrieval
Dalam beberapa kasus, pemecahan terhadap suatu masalah dapat menjadi sederhana seperti mengingat kembali informasi (Informational Retrieval) dari ingatan jangka panjang. Informational Retrieval adalah suatu pilihan penting ketika suatu pemecahan masalah harus ditemukan dengan cepat. Sebagai contoh seorang pilot dapat mengingat dengan cepat yang dibutuhkan untuk menerbangkan maupun mendaratkan pesawat. Ketika seorang pilot membutuhkan informasi, maka ia tidak punya cukup waktu untuk duduk dan menghitung jawaban benar karena waktu adalah hal yang esensial. Oleh karena itu ia gunakan ingatan jangka panjang untuk suatu jawaban segera. Cara ygn digunakan inilah merupakan suatu informational retrieval.

3. Algoritma
Makin kompleks suatu masalah tentu membutuhkan metode yang makin kompleks pula. Dalam beberapa kasus kita dapat menggunakan algoritma. Algoritma adalah metode pemecahan masalah yang menjamin suatu pemecahan masalah jika tersedia kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkannya. Sebagai contohnya adalah algoritma untuk memecahkan anagram, yaitu suatu kelompok huruf-huruf yang dapat diatur kembali menjadi suatu bentuk suatu kata. Katakanlah kita diberi huruf a, l, dan t. Lalu kita coba alt, atl, lta, tla, tal, dan akhirnya kita temukan lat (terlambat) sehingga masalahnya terpecahkan. Contoh lain adalah untuk memindahkan suhu Fahrenheit ke Celcius maka kita dapat menggunakan rumus = 5/9 x (F-32). Formula ini sebagaimana halnya formula yang lain merupakan suatu algoritma.

4. Heuristic
Banyak masalah yang dapat kita temukan sehari-hari yang tidak dapat begitu saja dapat dipecahkan dengan algoritma. Pada bagian ini kita akan belajar menggunakan strategi lain yang disebut dengan heuristic. Heuristic adalah suatu hukum yang terutama membantu kita untuk menyederhanakan masalah. Metode ini meski tidak menjamin suatu pemecahan masalah, tetapi akan mencoba atau berusaha untuk mencapainya. Suatu metode heuristic mungkin hanya dapat bekerja dengan baik untuk situasi tertentu, sementara metode yang lain mungkin hanya digunakan untuk tujuan-tujuan khusus. Akan tetapi metode heuristic secara umum dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia yang lebih luas.

2.6 PROSES PEMECAHAN MASALAH
1. Penafsiran Masalah : Disebut juga dengan mendefinisikan masalah dengan cara berpikir kreatif.
2. Strategi Pemecahan Masalah : Membuat seleksi terhadap strategi pemecahan masalah yang terbaik.

2.7 PENYEBAB KESULITAN DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN
1. Pemecahan persoalan yang berhasil biasanya cenderung dipertahankan pada persoalan-persoalan yang berikutnya. Padahal belum tentu persoalan berikut itu dapat dipecahkan dengan cara yang sama. Dalam hal ini akan timbul kesulitan-kesulitan terutama kalau orang yang bersangkutan tidak mau mengubah dirinya.
2. Sempitnya pandangan sering dalam memecahkan persoalan, seseorang hanya melihat satu kemungkinan jalan keluar. Meskipun ternyata kemungkinan yang satu ini tidak benar, orang tersebut akan mencobanya terus, karena ia tidak melihat jalan keluar yang lain. Tentu saja ia akan mengalami kegagalan. Kesulitan seperti ini disebabkan oleh sempitnya pandangan orang tersebut. Sehingga tidak dapat melihat adanya beberapa kemungkinan jalan keluar.

BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan kami diatas, dapat kami simpulkan bahwa berfikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna an pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.

Pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang. Macam – macam berfikir tebagi menjadi dua yaitu berfikr asosiatif dan berfikir terarah. Langkah – langkah proses berfikir yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan. Ada dua strategi dalam pemecahan masalah yaitu strategi menyeluruh dan strategi detailistis. Selain itu ada beberapa strategi pemecahan masalah yang sering digunakan yaitu Trial and error, Informational Retrieval,Algoritma, dan Heuristic. Proses pemecahan masalah jaga terbagi menjadi 2 yaitu penafsiran masalah dan strategi pemecahan masalah.

Baca Selengkapnya...

Makalah Pemecahan Masalah Secara Kreatif

Thursday, February 26, 2015

Makalah Kepribadian Perawat Download

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Salah satu profesi yang berperan penting dalam penyelenggaraan menjaga mutu pelayanan kesehatan adalah keperawatan. Pelayanan keperawatan adalah gabungan dari ilmu kesehatan dan seni merawat (care), suatu gabungan humanistik dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan, kegiatan klinik, komunikasi, dan ilmu sosial.

Oleh karena itu penting sekali dikembangkan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan diberbagai aspek. Salah satu aspek yang coba dikaji disini adalah perilaku perawat terhadap pasien. Perawat sebagai ujung tombak pelayanan di rumah sakit tentunya mempunyai kualitas kepribadian berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Perbedaan kualitas kepribadian perawat akan mempengaruhi cara perawat dalam berinteraksi memberikan pelayanan, dimana akan berdampak pada tingkat kepuasan pasien.

Kepribadian perawat sebagai pelanggan internal (pelaku pelayanan) mempunyai pengaruh terhadap pola perilakunya terutama dalam memberikan pelayanan kepada pasien agar memuaskan. Karena perawat senantiasa dua puluh empat jam bersama pasien maka sikap dan perilaku perawat berpengaruh terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.

1.2. Tujuan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah :
1. Menjelaskan bagaimana kepribadian Perawat yang seharusnya.
2. Menjelaskan definisi atau pengertian dari perilaku.
3. Menjelaskan perilaku perawat terhadap pasien.

BAB II
PEMBAHASAN
Selengkapnya Makalah Kepribadian Perawat Download silahkan download.
Baca Selengkapnya...

Makalah Kepribadian Perawat Download

Tuesday, February 24, 2015

Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makhluk hidup mengalami penambahan tinggi, penambahan besar diameter. Begitu juga manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan orang dewasa. Seiring waktu pertumbuhannya, bukan hanya ukuran tubuh saja yang menjadi lebih besar namun hal-hal lain juga menjadi semakin matang. Tidak seperti pada makhluk hidup lainnya, pada manusia perkembangan bukan hanya menyangkut masalah kemampuan berkembang biak, namun juga banyak aspek lainnya. Misalnya kemampuan berfikir dan kemampuan emosional. Pada makalah ini kami menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.

B. Tujuan
Setelah membaca dan mempelajari isi makalah ini, maka pembaca mampu :
Ø Menjelaskan definisi pertumbuhan dan perkembangan
Ø Menjelaskan ciri-ciri tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan prinsip-prinsip tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
Ø Menyebutkan dan menjelaskan tahap-tahap tumbuh kembang manusia

C. Metode
Kami membuat makalah ini dengan menggunakan metode study pustaka. Maksud dari study pustaka adalah mengumpulkan data – data atau bahan dari internet dan buku – buku pedoman lainnya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah atau ukuran sel dan tidak dapat kembali ke bentuk semula (irrevesibel) dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka, grafik, dsb. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju ketingkat kedewasaan atau pematangan, tidak dapat diukur tetapi hanya dapat dinikmati .

B. Ciri-ciri tumbuh kembang
Tumbuh kembang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Perubahan dalam aspek fisik dan psikis
2. Lenyapnya tanda-tanda yang lama
3. Perubahan dalam proporsi
4. Diperoleh tanda-tanda baru

C.Prinsip-prinsip tumbuh kembang
Proses yang teratur, berurutan, rapi dan kontinyu --- maturasi, lingkungan dan faktor genetik Pola yang sama, konsisten dan kronologis, dapat diprediksi Variasi waktu muncul (onset), lama, dan efek dari tiap tahapan tukembangan
Ø Mempunyai ciri khas
Ø Never ending process seumur hidup dan meliputi seluruh aspek
Ø Cephalocaudal
Ø Proximodistal
Ø Differensiasi

Hal yang unik, setiap individu cenderung mencapai potensi maksimum perkembangannya Tugas perkembangan
Ø Perkembangan suatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat
Ø Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya
Ø Perkembangan terjadi dalam tempo yang berlainan
 selengkapnya silahkan downlaod Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG
Baca Selengkapnya...

Makalah KONSEP TUMBUH KEMBANG

contoh surat Jual beli tanah dan surat pernyataan berkelakuan baik

Contoh surat pernyataan - Untuk anda yang membutuhkan sebuah contoh surat pernyataan untuk urusan dalam kemasyarakatan bisa melihat beberapa contoh jenis surat pernyataan dibawah ini yang nantinya bisa anda sesuaikan dengan kebutukan masing-masing..


Contoh Surat pernyataan jual beli tanah

AKTA JUAL BELI TANAH
Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama :
Tempat /Tgl. Lahir :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :

Selanjutnya disebut Penjual atau Pihak I.

2. Nama :
Tempat /Tgl. Lahir :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :

Selanjutnya disebut Pembeli atau Pihak II.

Isi Perjanjian :

1. Bahwa pihak I menjual sebidang tanah berikut segala yang ada di atasnya kepada pihak II dengan Harga Rp. 350.000.000,00 ( Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ) tanpa perantara.

2. Bahwa tanah dimaksud seluas .......... x ......... cm, atas dasar petok D No. ..... Berdasarkan C desa No. ................. berkedudukan di Desa Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang dengan bata-batas sebagai Berikut :
a.) Sebelah utara berbatasan dengan ...........
b.) Sebelah selatan berbatasan dengan ...........
c.) Sebelah timur berbatasan dengan ...........
d.) Sebelah barat berbatasan dengan ...........

3. Bahwa berdasarkan C desa bahwa tanah dimaksud hak milik atas Nama ................... Sesuai dangan rekomendasi oleh pejabat desa setempat yang dilegalisir oleh Camat ........ Tanggal .......... Bulan .... Tahun ......

4. Bahwa atas proses jual beli ini dimaksud, Pihak I telah membayar uang tunai untuk pembelian tanah sesuai dengan Nomor (1). Dilakukan di depan saksi-saksi dan pejabat yang berwenang.

5. Bahwa perjanjian ini dibuat bersama di depan saksi-saksi dan pejabat berwenang tanpa ada unsur paksaan dan masing-masing pihak dipastikan sehat jasmani dan rohani.

6. Bahwa dengan dlakukan pembayaran dengan ditandatangani surat perjanjian ini, maka secara syah tanah dimaksud pada nomor (I) telah menjadi hak milik pihak II.

7. Bahwa surat perjanjian ini disepakati dan di tanda tangani bersama-sama diatas materai dan didepan saksi pada hari ............ Tanggal ......... Bulan ......... Tahun ........ Di Desa ....... Kecamatan ....... Kabupaten ........


    Pihak II                                           Pihak I

    (........)                                           (.........)


    Saksi-saksi I

    Pejabat Kelurahan, .................. (...............)
    Ahli Waris I ......................................... ( .............. )
    Ahli Waris II ........................................ ( .............. )


Contoh Surat Pernyataan Berkelakuan Baik

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini ,
Nama :
Tempat dan tanggal lahir :
Agama :
Alamat :

dengan ini menyatakan:

1. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
2. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/Anggota Tentara Nasional Indonesia/Anggota Kepolisian Negara, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
3. Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil dan Calon/Anggota Tentara Nasional Indonesia atau Calon/Anggota Kepolisian Negara;
4. Tidak menjadi anggota dan atau pengurus partai politik;
5. Bersedia ditempatkan di wilayah tempat mendaftar;
6. Sanggup mengganti biaya pelaksanaan penerimaan sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta) rupiah, apabila :

a. dinyatakan lulus ujian tahap akhir dan telah mendaftar ulang tetapi mengundurkan diri dengan alasan apapun, atau
b. mengundurkan diri setelah bekerja di BPS, dengan masa kerja kurang dari 5 (lima) tahun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan saya bersedia dituntut di muka pengadilan serta bersedia menerima segala tindakan yang diambil oleh pemerintah, apabila dikemudian hari terbukti pernyataaan ini tidak benar.

    ……………………, ………………………………
    Yang membuat pernyataan,

    MATERAI
    Rp. 6.000,-
    ………………………………….

Demikian contoh surat pernyataan kali ini, semoga bermanfaat..
Baca Selengkapnya...

contoh surat Jual beli tanah dan surat pernyataan berkelakuan baik

Contoh Makalah NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

A. Pengertian negara maju dan negara berkembang

Negara maju adalah Negara yang rakyatnya memiliki kesejateraan atau kualitas hidup tinggi. Negara berkembang adalah Negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejateraan atau kualitas hidup atau dalam perkembangan.

B. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang .

Ciri-ciri Negara maju antara lain :

1. Pertanian termasuk pertenakan dan perikanan untuk industrilisasi,di jual dan diekspor.
2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6. Sifat kemandirian penduduk tinggi.
7. Tidak tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah.
9. Angka harapan hidup tinggi.
10.Intensitas mobilitas tinggi.

Ciri-ciri Negara berkembang Antara lain :
1. Pertanian termasuk perternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
2. Pada umum nya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
3. Perkembanmgan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasar kan pengalaman dan lamban.
4. Pendapatan relative rendah.
5. Pendidikan penduduk nya rendah.
6. Sifat penduduk kurang mandiri.
7. Sangat tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi.
9. Angka harapan hidup rendah.
10.Intensitas mobilitas rendah.

C. Beberapa Negara maju dan berkembang.
1. Negara Maju sebagai berikut:
- Kawasan eropa barat serta amerika utara
- Belanda - Prancis
- Inggris - Amerika Serikat
- Korea - Australia

2. Negara Berkembang sebagai berikut:
- Negara berkembang terdapat di Benua Asia ,Afrika dan di Amerika Selatan (latin)
- India - Argentina
- Mesir - Mexico
- Indonesia - Malasiya

PERANG DUNIA II
A. Latar Belakang terjadinya perang dunia ll.
Ada yang menyatakan bahwa perang dunia ll adalah lanjutan perang dunia l.perang dunia l merupakan balasan balas dendam prancis terhadap jerman karena dipermalukan dalam kekalahan ketika kalah perang tahun 1870-1871`.selain itu dalam masalah industri,jerman juga bersaing dengan inggris.dengan persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer(aliansi).ada dua persekutuan ,yakni triple alliantle yang kemudian di kenal dengan “ blok sentral” yang terdiri atas jerman ,Australia dan italia.sedangkan triple entente yang kemudian di sebut”blok sekutu” yang terdiri atas perancis,inggris,rusia dan lain-lain.

Pada tanggal 1 agustus 1914 jerman mengumumkan perang kepada rusia dan di susul perancis mengumumkan perang kepada jertman tanggal 3 agustus 1914.

B. Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia ll.
1. Medan Eropa
Pada tanggal 1 september 1940 jerman menyerang polandia.inggris dan prancis mengumumkan perang kepada jerman.inilah sebagai awal meletusnya perang dunia ll.

2. Medan Afrika
Tentara jerman menyerbu Balkan sampai di kreta.rumania dan Bulgaria memihak kepada jerman, tanggal 23 oktober 1942 serangan sekutu terhadap blok sentral di Afrika Utara di pusatkan di El Alamien, Mesir.

3. Medan Asia Pasifik
Perang di medan asia pasifik di awali dengan penyerbuan peryerbuan pangkalan armada anmgkatan laut amerika serikat di pearl harbor,hawai pada tanggal 7 desember 1941 oleh jepang.

C. Akibat Perang Dunia ll.
1.Bidang Politik
a. Amerika Serikat dan rusia(Uni Soviet)sebagai pemenang dalam perang dunia ll tumbuh menjadi Negara raksasa(adikuasa).
b. Terjadinya perebutan pengaruh antara amerika serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan perang dingin.
c. Nasionalisme di asia berkobar dan timbul Negara-negara merdeka.
d. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama,misalnya NATO,METO,dan SEATO.
e. Munculya politik memecah bela Negara.

2. Bidang Ekonomi
Perang dunia ll menghancurkan perekonomian Negara-negara di dunia kecuali amerika serikat.amerika serikat menjadi pusat kekayaan dan krediktur dari seluruh dunia.

3. Bidang Social
a.memberi makan kepada orang-orang yang terlantar
b.mendirikan rumah sakit.
c.mengurus pengungsi dan menyatuhkan kepada keluarganya.
d.mengerjakan kembali tanah yang rusak.

4. Bidang Keharmonian.
Penderitaan yang di timbul akibat perang dunia ll menyadarkan manusia akan akibat buruk perang.penduduk dunia menyadari perlu nya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah liga bangsa-bangsa di bubarkan.

D. Perang Dunia II di Asia Pasifik serta kependudukan militer Jepang di Indonesia.
Perang dunia II di medan asia-pasifik yang di awali oleh jepang dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar angkatan laut amerika serikat pearl harbor di pasifik tanggal 7 desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, gubernur jenderal hindia belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap jepang.

Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan iba di pulau Luzon filifina.

Pada tanggal 10 desember 1941 jepang menduduki pulau Luzon dan bataan di Filipina dengan pendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang di bantu sukarelawan Filipina.

E. Pengaruh kebijakan pemerintahan pendudukan di Jepang di Indonesia.
Dengan penandatanganan ini maka perang dunia II membawa akibat bagi bangsa indonesia yaitu :
1. akibat positif, yaitu imperialism belanda di Indonesia berakhir,
2. akibat negatif, yaitu Indonesia di jajah jepang.
Kebijaksanaan jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh barat di kalang di Indonesia.
2. Menggerakan rakyat Indonesia demi kemengan Jepang dalam perang Asia Timur Raya.

F. Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dan penggerakan kebangsaan Indonesia melalui MIAI, gerakan bawah tanah, perjuanggan bersenjata.

Adapun bentuk-bentuk perlawanan terhadap jepang sebagai berikut:
1. Perjuanggan melalui organisasi bikinan jepang.
a. Memamfaat kan garakan PUTERA (pusat tenagah rakyat).
b. Memanfaatan barisan pelopor(syuisyintai)
c. Memanfaat kan chuo sangi in (badan penasehat pusat)

2. Perjuanggan melalui organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).
3. Perjuanggan melalui gerakan Bawah Tanah.
a. Gerakan kelompok Sultan Syahrir.
b. Gerakan Kelompok Amir Syahripudin.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa.
d. Kelompok Sukarni.
e. Kelompok Pemuda Menteng 31.

4. Perjuanggan melalui perlawanan bersenjata.
a. Perlawanan bersenjata dilakukan oleh rakyat.
b. Perlawanan senjata yg di lakukan oleh PETA.
Baca Selengkapnya...

Contoh Makalah NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Makalah PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN

LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN
DIKANTOR CAMAT Awar-awar
KABUPATEN Kumpulanptk

Disusun Oleh
NAMA : KUMPULANPTK BLOGSPOT COM
KELAS : 3 ADMINISTRASI

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMKN) NEGERI 1 Jakarta
Jl. www kumpulanptk blogspot com
TAHUN AJARAN 2014/2015


KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan dan sekaligus dapat menyusun Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) pada Kantor Camat Lais.

Laporan ini disusun berdasarkan hasil Pelaksanaan Kegiatan Perakerin yang dimulai pada tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2014 dikantor Camat Lais.

Laporan ini disusun dengan maksud untuk dijadikan pedoman, semoga kita dapat melaksanakan dan meningkatkan pengetahuan tentang administrasi pemerintahan tingakat Kecamatan dan kita dapat tau cara kinerja pemerintahan tersebut dan bisa menerapkan ilmu itu dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pegawai dikantor Camat Lais terutama Camat, Sekretaris Kecamatan, Kasi, Kepala Sub Bagian dan Staf yang telah membimbing serta memberikan sesuatu yang belum kami pelajari di sekolah.

Pada akhirnya kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon agar para pembaca dan para guru sekalian dapat memberikan saran dan kritik supaya menjadi masukan dalam menyusun laporan ini, atas saran dan kritik yang telah kami terima sehingga dapat membangun/memperbaiki laporan ini dikemudian hari,

Dengan mengucapkan Alhamdulillah kami susun laporan ini dan terima kasih.

Jakarta, Februari 2015

Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri
1.3. Metode Pengumpulan Data
BAB II PROSES PRAKTEK KERJA ADMINSTRASI PERKANTORAN
2.1. Waktu dan tempat Pelaksanaan
2.2. Gambaran Umum Institusi Kantor Camat Lais
2.3. Materi Pelatihan Selama Prakerin
2.4. Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan
2.5. Skema Langkah-langkah Kerja
2.6. Teori Pendukung
BAB III TEMUAN
3.1.Paktor Pendukung dan Penghambat
3.2. Manfaat yang disarankan / hasil
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
4.2. Saran-saran
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah salah satu kegiatan pembelajaran siswa yang berlangsung di Dunia Keja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu-ilmu yang ada disekolah melalui ilmu-ilmu tersebut diterapkan ditempat kerja/Prakerin yang telah ditentukan. Sehingga para siswa dapat menerapkan disiplin ilmu dan penerapannya dilapangan.

Berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor : 0490 / U 1992 tentang SMK dan Keputusan Mendikbud Nomor : 08 / U /1993 tentang Kurukulum SMK antara lain Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan dapat bekerja sama dengan masyarakat terutama Dunia Usaha atau Dunia Industri dan para Darmawan untuk memperoleh Sumber Daya Manusia yang siap dalam persaingan di Dunia Usaha dan Industri sehingga diharapkan siswa siap menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah dan Prakerin dalam rangka pengembangan dunia pendidikan.

1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri
Tujuan yang diharapkan dapat tercapai dari kegiatan Praktek Kerja Industri ( Prakerin) adalah :
1. Menghasilakan /mencetak seseorang yang siap dalam persaingan dunia usaha sehingga profesionalisme dan keterampilan serta etos kerja dituntut dalam hal ini.
2. Memperkokoh “ Link And Match “ ( Keterkaitan dan Kesepadanan) antara ilmu yang diberikan disekolah dengan Dunia Usaha serta Dunia Industri yang akan mereka hadapi.
3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang efisiensi dan Profesional dalam proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dalam dunia usaha.
4. Meningkat kan Pengalaman dan Penghargaan terhadap Pengalaman Kerja sebagai bagian proses pendidikan.

1.3. Metode Pengumpulan Data
Sebagai bahan Laporan Prakerin pada Kantor Camat Lais kami mengumpulkan data-data dengan cara :
1. Bertanya kepada Instruktur yaitu Sekretaris Camat beserta stafnya.
2. Mengumpulkan arsip-arsip yang telah lalu, serta membaca panduan register surat-surat yang telah dibuat.
3. Serta membaca dan menganalisa tugas-tugas kakak tingkat yang telah lalu dari berbagai macam tempat Prakerin yang telah mereka jalani.
4. Melihat dan memodifikasi contoh-contoh laporan Prakerin yang telah dibuat sebelumnya.
5. Bertanya-tanya kepada kawan dan kakak tingkat serta guru-guru yang membidangi masalah Administrasi.

BAB II
PROSES PRAKTEK KERJA ADMINSTRASI PERKANTORAN
2.1. Waktu dan tempat Pelaksanaan
Proses Praktek Kerja Industri yang dilaksanakan mulai tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2013 yang bertempat di Kantor Camat Lais Kabupaten Bengkulu Utara, yang beralamat di Jalan Raya Lais Bengkulu Desa Pal 30 Kabupaten Bengklulu Utara.
2.2. Gambaran Umum Institusi Kantor Camat Lais
Adapun Kegiatan yang dilakukan Penulis selama kegiatan Prakerin antara lain :

1. Merigister Kartu Keluarga ( KK) dan mendesposisikan surat masuk.
Merigister Kartu Keluarga ( KK) yaitu memberikan indeks surat serta nomorkan Surat Pengantar Kartu Keluarga ( KK) serta melegalisirkan ke Sekretaris Kecamatan dan mengarsipkan Surat Pengantar KK tersebut.
Mendesposisikan surat adalah surat yang diterima dari luar dicatat dibuku masuk lalu dicatat nomor serta tujuan surat tersebut lalu diserahkan ke sekretaris kecamatan supaya surat tersebut di paraf dan diberikan kesatuan tugas tujuan surat tersebut supaya ada tindak lanjutnya surat yang dimaksud tersebut.

2. Membuat Surat Undangan.
Membuat Surat Undangan yaitu memberikan indeks serta nomor surat undangan yang dimaksud lalu mengetik berdasarkan konsep dari staf yang ditugasi sekretaris Kecamatan.

3. Membuat Jadwal Kerja Camat
Membuat Jadwal Kerja Camat adalah menjadwalkan kerja Camat selama 1 (satu) minggu hari kerja atau menyusun jadwal kerja camat yang telah diberikan Sekretaris Kecamatan kepada kami.

4. Membuat data desa-desa dalam wilayah Kecamatan Lais
Membuat data desa-desa dalam wilayah Kecamatan Lais adalah membuat keadaan jumlah penduduk, wajib KTP dan kelompok umur serta mendata perekonomian disetiap desa-desa diwilayah kerja Kecamatn Lais.

5. Membuat daftar hadir karyawan dan daftar piket Sekretaris Desa
Membuat daftar hadir karyawan yaitu membuat Absensi dan kehadiran karyawan setiap hari kerja karyawan dan karyawati kantor Camat Lais. Daftar piket yaitu daftar yang diberikan kepada Sekretaris Desa-desa masing-masing secara bergilir selama 1 (satu) minggu.

6. Mengarsipkan orang yang membuat E-KTP
Mengarsipkan orang yang membuat E-KTP yaitu menulis dan mendata orang-orang yang membuat E-KTP serta menuliskan didalam buku jurnal E-KTP.

2.3 Materi Pelatihan Selama Prakerin
Kegiatan Praktek Kerja Industri ( Prakerin) dilaksanakan pada awal tahun pelajaran ditingkat 3 (tiga), pada tahun ajaran ini Praktek Kerja Industri dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai dengan 14 September 2013.
Selama Prakerin banyak sekali materi pelatihan yang dapat diperoleh dan dapat dipraktekkan disekolah dan dunia industri. Materi yang kami dapat selama Prakerin dikantor Camat Lais agak sedikit berbeda dengan materi yang didapat dari sekolah sehingga kami sedikit perlu penyesuaian lagi didalam pelaksanaan pekerjaan Perakerin kami di kantor camat Lais.
Adapun materi tersebut adalah :
A. Mengarsipkan surat keluar dan surat masuk
1. Mengindeks dan menomorkan surat tersebut
2. Mendesposisikan surat tersebut
3. Memberikan tujuan atau maksud surat tersebut.

B. Membuat jadwal dan mengetik surat yang telah dibuat konsepnya.
1. Berkordinasi kepada sekretaris Kecamatan tentang jadwal camat, staf dan Sekretaris Desa
2. Membuat dan menjadwalkannya.
3. Memberikan kepada Sekretaris Kecamatan.

2.4.Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan
Peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan dikantor Kecamatan Lais :
1. Pena
2. Pensil
3. Mistar
4. Staples
5. Penghapus Pensil
6. Kertas
7. Kalkulator
8. Komputer
9. Map
10. Binder Clips
11. Map
12. Buku Agenda
13. dll

2.5. Skema langkah-langkah kerja
A. Menomorkan dan mengarsipkan surat masuk dan keluar.
1. Mencari dan menuliskan nomor surat registrasi yang tertera pada buku Agenda.
2. Memasukkan nomor agenda pada lembar desposisi.
3. Mengetik berdasarkan konsep yang diberikan Sekretaris Kecamatan.

B. Membuat Jadwal Camat Lais
1. Mendata menanyakan kepada Camat tentang Jadwalnya
2. Berkonsultasi dan mengonsep jadwal tersebut kepada Sekretaris Kecamatan.
3. Mengetik Jadwal tersebut.

C, Membuat laporan Penduduk Perdesa
1. Menerima data dari para Kepala Desa tentang penduduk yang ada didesanya.
2. Menghitung jumlah data tersebut.

2.6. Teori Pendukung
1. Tersedianya alat yang lengkap
2. Tersedianya Fasilitas yang nyaman dan memadai.
3. Adanya Instruktur yang siap membantu jika ada yang belum dipahami.
4. Adanya Jadwal / program kerja yang akan dilakukan dan lain-lain.

BAB III
TEMUAN
3.1.Paktor Pendukung dan Penghambat
Faktor Pendukung :
1. Tersedianya alat kerja yang canggih seperti Komputer dan Perangkatnya
2. Keramahan karyawan/karyawati ditempat Prakerin
3. Tempat Prakerin yang nyaman

Faktor Penghambat :
1. Siswa tidak bisa langsung menyesuaikan diri ditempat kerja.
2. Kurikulum yang didapat di sekolan berbeda dengan tempat Prakerin
3. Meteri yang disampaikan bersifat lisan sehingga perlu penalaran yang tinggi.

3.2. Manfaat yang disarankan / hasil
Setelah menyelesaikan Kegiatan Prakerin penulis dapat merasakan manfaat yang positif diantaranya :
1. Penulis dapat mendalami semua materi dan pelatihan yang diterima disekolah dengan cara mempraktekkan didunia kerja.
2. Penulis dapat mengerti dan memahami seluk-beluk Administrasi Perkantoran
3. Penulis mengetahui kinerja dan kapasitas dari setiap Pegawai Kontor Kecamatan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Prakerin merupakan salah satu materi yang diberikan kepada siswa, khususnya program keahlian yang ada di sekolah Kejuruan yang diterapkan secara kerja nyata dan langsung dipraktekkan.
2. Penulis banyak mendata ilmu Pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya tidak didapatkan di sekolah.
3. Penulis banyak mendapatkan wawasan dan pengalaman kerja di dunia administrasi.

4.2 Saran-saran
Setelah melakukan Praktek Kerja Industri ( Prakerin), untuk menjunjung visi dan misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka harapan saya untuk kedepannya supaya pihak sekolah lebih mempersiapkan kurikulum yang akan dijalani dan dihadapi sewaktu siswa Prakerin, waktu pelaksanaan dilapangan supaya diperpanjang sehingga para siswa Prakerin lebih memahami apa maksud dan tujuan Prakerin tersebut.
Dengan adanya kesiapan tersebut dan lamanya waktu Prakerin maka pihak sekolah diharapkan mendapatkan pembekalan yang cukup dan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Arsip Kantor Camat Awar awar
Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Kantor Camat Awar-awar.
SMKN 01 jakarta , Laporan Praktek Kerja Industri, 2014/2015.
Baca Selengkapnya...

Makalah PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN

Monday, February 23, 2015

Makalah Tanggung Jawab Pendidik

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penididikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardhi (pemelihara) pada alam semesta ini. Dengan demikian, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapkan generasi penerus (peserta didik) dengan kemampuan dan keahliannya (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ketengah lingkungan masyarakat yang berbekalkan Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Namun dewasa kini seiring dengan pesatnya perkembangan terjadi pula pergeseran nilai-nilai pendidikan islam yang jauh dari makna serta hakekat pendidikan islam itu sendiri. Diantara sekian beragam pergeseran nilai-nilai yang terjadi diantaranya adalah krisis tanggung jawab seorang pendidik. Oleh itu penulis berharap dengan disusunya makalah ini mudah-mudahan dapat memberikan sumbangsih dalam mengatasi permasalahan ini.

B. Rumusan Masalah
Pengertian Tanggung Jawab Pendidik
Wujud Tanggung Jawab Pendidik

C. Tujuan
Memahami Pengertian Tanggung Jawab Pendidik
Memahami Wujud Tanggung Jawab Pendidik

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Dasar
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau ada suatu hal boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya).[1]Sedangkan pendidikan yang merupakan berasal dari kata didik, mendidik, memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.[2]Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah kewajiban menanggung memelihara dan memberi latihan berupa pengajaran mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwasanya diantara karakter seorang pendidik adalah memiliki sifat tanggung jawab, hal ini didasarkan sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْرَعِيَّتِهِ،

“Dari Ibnu ‘Umar dari Nabi Shalallohu ‘Alaihi wa Salam bersabda, “setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin” (HR. Muslim No.1829)

Seorang pendidik memiliki tanggung jawab atas peserta didik yang berada dalam naungan kepemimpinannya bagaimana mengarahkannnya menjuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardh (pemelihara) pada alam semesta ini. Dengan demikian, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapkan generasi penerus (peserta didik) dengan kemampuan dan keahliannya (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ketengah lingkungan masyarakat yang berbekalkan al-Qur’an dan as-Sunnah.

B. Wujud Tanggung Jawab
Dalam ranah lingkup pendidikan islam sebagai wadah pengembangan akal dan pikiran, pengarah tingkah laku dan perasaan yang berbenilaikan islami, semuanya itu berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunah, implikasinya diantara tanggung jawab pokok yang harus ditunaikan seorang pendidik adalah menyampaikan Al-Qur’an dan As-sunnah. Atau dengan kata lain pendidik adalah media transmisi nilai-nilai Al-Quran dan As-sunah.

Sebagaimana diantara pengertian pendidikan islam berdasarkan hasil seminar pendidikan islam se-Indonesia tahun 1960 di rumuskan, pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran islam dengan hikmah mengarahkan, pengajarkan, melatih, mengasuh, mengawasi berlakunya semua ajaran islam.[3]

Formulasi hakekat pendidikan islam tidak bisa dilepaskan begitu saja dari ajaran islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Assunah, karena kedua sumber ini merupakan pedoman otentik dalam penggalian khazanah keilmuan apapun. Dengan berpijak pada kedua sumber ini, diharapkan akan di peroleh gambaran yang jelas tentang hakekat pendidikan Islam.

Bertumpu pada pengertian, tujuan, hakekat serta landasan pendidikan islam yang dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan islam adalah proses transinternalisasi nilai-nilai islami yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan As-sunnah. Inilah yang menjadi tanggung jawab utama seorang pendidik islam. Sebagimana hal ini telah banyak dilakukan oleh generasi terbaik umat ini yakni para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in.

Dewasa ini telah banyak terjadi pergeseran nilai dalam dunia penddikan islam, dimana banyak dari kaum muslimin sendiri telah meninggalkan sumber utama islam, juga pendidikan islam yang merupakan manisfestasi dari sarana eksistensi agama Islam, dan sebagian besar terjadi dalam pergeseran nilai ini adalah meniggalkan sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dikarenakan berbagi faktor, singkatnya faktor-faktor tersebut adalah berakar faktor syahwat dan syubhat. Padahal sudah banyak hujjah yang nyata lagi jelas tentang keabsahan sunnah dan bagaimana agungnya kedudukannya dengan Al-Qur’an. Jika kita meninjau ulang sejarah para Salafus Shalih, tentu ini bertolakbelakang dengan apa yang dikerahkan mereka.

Pada kesempatan ini penulis akan menyajikan bagaimana generasi terbaik ini telah berpegang teguh dalam mempertahankan dan menyampaikan sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Salah satunya adalah dari generasi Sahabat mulia yaitu Abu HurairahRadhiyallahu ‘Anhu.

Dalam sebuah riwayat disebutkan pada masa beliau Radhiallohuanhu menjadi gubernur Madinah pada zaman Marwan bin al-Hakam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لاَ يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ»، ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: «مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ، وَاللَّهِ لَأَرْمِيَنَّ بِهَا بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ»

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda,”janganlah seorang tetangga menolak tetangganya yang akan meletakan kayu pada didingnya.” Kemudian Abu Hurairah berkata, “ kenapa kalian masih mengabaikan tuntunnan ini, demi Allah, saya akan memikulkannya di atas pundak-pundak kalian.” (Muttafaq’Alaih)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menjelaskan adapun hadits dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu, bahwasanya Nabi sholallohu’alaihiwasalam bersabda, “janganlah seorang tetangga menolak tetangganya yang akan menancapkan kayu pada didingnya.” Maksudnya jika tetanggamu ingin membuat atap rumahnya dan meletakan kayu di atas tembokmu maka anda tidak boleh melarangnya, karena hal itu tidak merusak, malah dapat menghalangi jatuhnya air hujan, apalagi pada zaman dahulu ketika tembok bangunan terbuat dari tanah, keberadaan kayu itu dapat menghalangi air hujan dan melindunginya, bahkan dapat memperkuat dan mengokohkannya. Dalam hal ini terdapat kemaslahatan untuk tetangga dan juga untuk dinding rumahnya, maka tidak boleh seorang melarang tetanggannya meletakan kayu diatas temboknya kalo ia melarang maka ia memaksakan agar kayu itu diletakan pada batang hidungnya.

Oleh karena itu Abu Hurairah berkata, “Kenapa saya melihat kalian mengabaikan tuntunan (sunnah) ini, demi Allah, saya akan memikulkannya di atas pundak-pundak kalian.” Maksudnya siapa yang tidak mau menerima tetangganya meletakan kayu di temboknya, maka kami akan meletakannya di pundaknya ucapan ini di katakan ketika beliau Radhiallohuanhu menjadi gubernur Madinah pada zaman Marwan bin al-Hakam.

Demikianlah dapat kita renungkan bagaimana gigihnya seorang sahabat dalam berpegang teguh dan amanah dalam memberikan pengajaran mengenai sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam. Dan memililki karakter tanggung jawab yang sudah selayaknya dimiliki oleh pendidik ajaran agama islam.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau ada suatu hal boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya). Sedangkan pendidikan yang merupakan berasal dari kata didik, mendidik, memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah kewajiban menanggung memelihara dan memberi latihan berupa pengajaran mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.Seorang pendidik memiliki tanggung jawab atas peserta didik yang berada dalam naungan kepemimpinannya bagaimana mengarahkannnya menjuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya dan juga sebagai Khalifatu fil ardh(pemelihara) pada alam semesta ini.

Berasaskan pengertian, tujuan, hakekat serta landasan pendidikan islam yang dapat disimpulkan bahwasanya pendidikan islam adalah proses transinternalisasi nilai-nilai islami yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan As-sunnah. Inilah yang menjadi tanggung jawab utama seorang pendidik islam. Sebagimana hal ini telah banyak dilakukan oleh generasi terbaik umat ini yakni para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in.

DAFTAR PUSTAKA
Purwadarminta, W.J.S. 2001. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Ramayulis. 2012. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: kalam mulia.
Salim, Moh. Hailami & Syamsul Kurniawan. 2012. Studi Ilmu Pendidikan Islam, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih. 2010. Syarh Riyadhus Shalihin, Jakarta: Darus Sunnah,.
Baca Selengkapnya...

Makalah Tanggung Jawab Pendidik

Contoh Makalah Pendidikan dalam Pernikahan

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan rasa syukur kita haturkan kehadirat Allah l dengan taufiq dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul "Pendidikan dalam Pernikahan”. Tiada harapan sedikitpun kecuali hal ini dapat berguna bagi kami sebagai mahasiswa dan juga rekan-rekan semua, terutama untuk menambah khazanah keilmuan serta wawasan yang dapat berguna bagi kami, khususnya dalam tema makalah ini yang begitu urgen.

Terlepas dari itu semua, dengan segala kemampuan yang dilakukan kami telah berupaya agar makalah ini dapat mudah dipahami terutama untuk kami sendiri dan para mahasiswa. Oleh karena itu jika terdapat kekurangan dalam penyusunan dan materi dalam makalah ini itu semata-mata karena kekurangan yang ada pada kami, karena kita ketahui bahwa manusia tidak terlepas dari kekurangan. Dan tentunya kamipun berharap masukan dan saran yang bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan nilai keilmuan dan wawasan kami dalam dinul Islam yang mulia ini.

Akhirnya dengan memohon kepada Allah l semoga apa yang telah kami usahakan dicatat oleh Allah l sebagai amal kebaikan. Amin ya robbal’alamin. Atas segala perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Agama Islam adalah agama yang bersifat Syamil atau mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dari hal yang fundamental dari kehidupan seseorang bahkan sampai hal yang sangat kecil dan remeh dalam kehidupan itu sendiri.

Diantara hal-hal yang yang sangat urgen yang akan dialami setiap manusia adalah adanya proses pernikahan. Yang tentu didalamnya Islam tidak luput memberikan rambu-rambunya dan ajaran-ajaran yang sejatinya wajib diketahui oleh setiap manusia. Dengan harapan segala sesuatu yang dilakukannya sesuai dengan tuntunan syari’at Islam itu sendiri.

Pernikahan dalam Islam adalah ketentraman hati, ketenangan jiwa, dan ketetapan batin. Sesungguhnya pernikahan merupakan hubungan dua hati yang sangat dahsyat. Alloh l mengikat keduanya untuk memberikan ketentraman dan ketenangan batin dalam sebuah rumah tangga yang penuh kasih dan kehangatan.

Al-Qur’an menggambarkan mengenai ikatan suci yang abadi diantara laki-laki dan wanita dengan gambaran yang sangat indah. Ia dapat memberikan ketentraman keamanan, dan ketenangan. Di dalamnya terdapat sebuah proses pendidikan yang sangat mulia. Pun Alloh l menjelaskan melalui Rasul-Nya n akan sebuah pendidikan yang sangat berharga dalam ikatan pernikahan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana ceriman pendidikan dalam pernikahan
2. Apa kaitan pendidikan pernikahan dalam dunia pendidikan

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dilakukan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kaitan pendidikan dalam pernikahan dengan dunia pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pernikahan
Pernikahan dalam Islam adalah ketentraman hati, ketenangan jiwa, dan ketetapan batin. Sesungguhnya pernikahan merupakan hubungan dua hati yang sangat dahsyat. Alloh l mengikat keduanya untuk memberikan ketentraman dan ketenangan batin dalam sebuah rumah tangga yang penuh kasih dan kehangatan.

Berdasarkan pandangan Islam yang sangat mulia terhadap pernikahan, maka seorang muslim yang benar tidak akan tergiur oleh kecantikan wanita pada zaman sekarang. Dari sinilah seorang muslim tidak hanya memandang kecantikan serta keelokan paras, akan tetapi disamping itu semua dituntut juga adanya agama yang lurus, akal yang kuat, dan perjalanan hidup yang baik.

Hal ini berdasarkan petunjuk dari Rasulullah :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( تُنْكَحُ اَلْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا , وَلِحَسَبِهَا , وَلِجَمَالِهَا , وَلِدِينِهَا , فَاظْفَرْ بِذَاتِ اَلدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ مَعَ بَقِيَّةِ اَلسَّبْعَةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” HR.Bukhori.

B. Syarah Hadits

Hadits ini menjelaskan bahwa hal-hal yang membuat laki-laki tertarik untuk menikahi wanita karena adanya empat sifat yang dimiliki oleh wanita tersebut, dan sifat yang paling akhir adalah karena agamanya. Lalu, nabi SAW memerintahkan kepada pemuda bila ingin menikah, lalu ia menemukan seorang wanita yang taat beragama, maka hendaklah dia jangan berpaling darinya, karena ada larangan menikah dengan wanita yang bukan karena agamanya.

Dalam hadits yang diterangkan an-Nasa’i dan Abu Hurairoh diterangkan sifat-sifat baik bagi wanita, bahwa Rasulullah ditanya, ”Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria wanita yang terbaik itu? Rasulullah menjawab, ‘Wanita yang dapat membahagiakanmu saat kamu lihat, wanita yang patuh kepadamu saat kamu perintah, dan wanita yang setia dan dapat menjaga hartanya”. (hadits ini shohih) shohih aljami’.

Dan kata “الحسب” diartikan juga dengan perilaku yang baik bagi suami dan orang tuanya, dan juga diartikan sebagai ketaqwaan.

Hadits ini menujukkan bahwa berteman dengan orang yang taat beragama lebih utama, karena bisa mengambil mamfaat dari budi pekerti yang baik yang dimilikinya. Terlebih bagi seorang istri haruslah orang yang taat beragama, karena ia merupakan pendamping hidup seorang suami, ibu bagi anak-anak, penjaga amanah harta, rumah dan dirinya dikala sendiri.

Sebagaimana islam telah mewasiatkan mengenai wanita dan kedudukannya yang tinggi, Islam juga memerintahkan wanita untuk mengetahui akan perannya dalam kehidupan, agar dia berada pada risalahnya dan mampu memainkan perannya yang sempurna. Bersama-sama dengan suami dalam membina generasi, menyegarkan kehidupan dengan kesanangan, kebahagiaan dan juga kecantikan.

C. Korelasi Pernikahan Dalam Dunia Pendidikan
1. Karakter pendidik
Sebagaimana telah diketahui bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terciptanya insan kamilyang merupakan manifestasi nyata kepatuhan dan ketundukan sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah.

Untuk mengaktualisasikan tujuan tersebut dalam pendidikan islam, seorang pendidik mempunyai tanggung jawab mengantarkan peserta didik kearah tujuan tersebut.

Seorang pendidik memiliki peran yang sangat krussial, seorang pendidik tidak hanya mentransformasikan (transfer knowledge) pengetahuan tetapi juga dituntut menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri peserta didik. Sehingga seorang pendidik harus memiliki sifat dan kepribadian yang positif.

Dalam hadits ini seorang pendidik/ guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya, jangan dipandang sebelah mata, kepada murid yang telah menurut kita memang kurang dalam segala hal, dari mulai harta, keturunan, kecantikan/ ketampanan peserta didik. Akan tetapi yang harus kita perhatikan adalah agamanya, atau apakah dia memang membutuhkan ilmu dari kita. Kita harus mendidiknya dengan baik dan menyampaikan ilmu kepadanya walaupun satu ayat. Terutama kita harus mendidik seorang murid itu harus melihat agamanya, agar apa yang akan kita sampaikan itu tidak bertentangan dengan ajaran agamanya, khususnya dalam mata pelajaran pendidikan keagamaan.

Sebagaimana Allah menjelaskan dalam al-Qur’an bahwa kedudukan mulia manusia bukanlah karna kaya atau miskinnya, cantik atau tampannya, melainkan ketaqwaanlah[10]yang menjadi tolok ukur kemuliaan manusia disisi Rabbnya.

Allah berfirman dalam al-Qur’an Surat al-Hujurat ayat 13:
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dari sini kita dapat mengimplementasikan ayat ini dalam diri para pendidik untuk senantiasa bersikap adil terhadap peserta didiknya.

Keadilan terhadap anak dimaksudkan agar anak mempunyai hak yang sama baik dalam hibah, nafkah, pendidikan, dan lain-lain maupun dalam menerima harta warisan.

Demikian juga keadilan seorang guru terhadap murid-muridnya selalu dituntut sebagaimana keadilan orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini akan menimbulkan suasana yang kondusif dan merupakan pendidikan terhadap mereka.

2. Peran Keluarga

Dalam Islam keluarga dikenal dengan istilah usrah, nasl, nasb. Sedangkan dalam isilah antropologi adalah suatu komponen terkecil yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal yang memiliki tempat tinggal.

Dalam sebuah proses pendidikan terdapat lembaga-lembaga yang berperan di dalamnya. Diantara lembaga tersebut adalah keluarga yang merupakan pendidikan yang pertama dan utama.

Sebagai pendidikan yang pertama dan utama, pendidikan keluarga dapat mencetak anak agar mempunyai kepribadian yang kemudian dapat dikembangkan dalam lembaga-lembaga berikutnya, sehingga wewenang lembaga-lembaga tersebut tidak diperkenankan mengubah apa yang telah dimilikinya, tetapi cukup mengkombinasikan[13]antara pendidikan yang diperoleh dari keluarga dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lainnya.

Pendidik dalam lingkungan keluarga adalah orang tua. Hal ini disebabkan karena sacara alami anak-anak pada masa awal kehidupannya berada ditengah-tengah orang tuanya. Dari merekalah anak mulai mengenal pandidikannya. Dasar pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup banyak selaki tertanam sejak anak hidup ditengah orang tuanya.

Dengan demikian orang tua dituntut untuk menjadi pendidik yang memberikan pengetahuan pada anak-anaknya, serta memberikan sikap yang positif dan skill yang memadai baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Sehingga demi terwujudnya keberhasilan dalam pendidikan keluarga sangat diperlukan sosok orang tua yang memiliki jiwa pendidik bagi anak-anaknya.

Ayah. Yang merupakan sosok sentral dalam keluarga, sumber kekuasaan yang memberikan pendidikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan, memberikan pendidikan komunikasi terhadap sesamanya, memberi rasa aman dan perlindungan, sehingga sosok ayah senantiasa memberikan pendidikan sikap yang senantiasa bertanggung jawab dan waspada. Pendidik dasar-dasar pengembangan nalar serta daya intelek, sehingga melahirkan kecerdasan intelektual.

Ibu. Mempunyai peran utama dalam pembinaan dan pendidikan anak-anaknya dikeluarga, karena kodrat dan fungsinya lebih mengarah pada tugas tersebut.

Seorang ibu memberikan pedidikan sifat ramah tamah, asah, asih dan asuh kepada anak-anaknya. Pengsuh dan pemelihara dalam keluarga yang memberikan pendidikan yang berupa kesetiaan terhadap tanggung jawab. Tempat pencurahan hati yang memberikan pendidikan berupa keterusterangan. Sebagai pendidik di bidang emosi anak yang dapat mendidik anaknya berupa kepekaan daya rasa dalam memandang sesuatu, yang melahirkan kecerdasan emosional.

Sehingga demi tercapainya fungsi orang tua sebagai pendidik dalam keluarga, latar belakang pendidikan dan lingkungan orang tua tentunya menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut.

Dengan demikian proses pemilihan calon suami maupun istri baik dari segi agama, pendidikan dan keturunan sangat dianjurkan dalam pernikahan. Hal ini yang dianjurkan oleh syariat sebagai manifestasi nyata teori pendidikan pranatal (tarbiyah qabl al-wiladah).

Sehingga proses pendidikan dimulai sejak berawalnya lembaga keluarga, baik fase pemilihan jodoh, pernikahan, melahirkan, hingga fase internalisasi nilai itu sendiri, karena hal ini akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi pertumbuhkembangan anak baik dari segi fisik maupin psikologinya.

BAB III
KESIMPULAN

Pertama, berdasarkan wasiat tersirat dari baginda Rasulullah n, dalam hadits tentang pernikahan, dapat disimpulkan bahwa Islam mendidik manusia menuju tataran manusia paripurna dengan standar ketaqwaannya kepada Allahl. Sehingga standar kualifikasi keutamaan maupun keberhasilan peserta didik dan pendidik adalah agamanya, dalam hal ini adalah Islam.

Pun demikian, pendidikan islam juga mengusung kurikulum keadilan yang digunakan dalam proses pendidikan itu sendiri. Dimana sikap seorang pendidik harus adil dalam menyampaikan pelajaran, tanpa memandak peserta didik yang kaya atau miskin, pintar atau kurang pintar, tampan maupun tidak dan hal yang bersifat tendensial lainnya. Yang semua itu kembali pada standar kualifikasi awal, yakni adalah agama atau ketaqwaan seseorang kepada Rabbnya.

Kedua,dapat disimpulkan pula bahwa sangat banyak faidah yang berkaitan erat dalam dunia pendidikan dari pernikahan. Hal ini dikarenakan pernikahan sendiri merupakan bagian dari sistem pendidikan, di mana disebutkan bahwa pernikahan merupakan salah satu proses dalam tahapan pendidikan pranatal.

Pendidikan ini dimulai ketika persiapan penikahan baik dalam masalah pemilihan jodoh, pedidikan keluarga kecil, pendidikan ketika hamil, hingga sang anak – yang merupakan objek didik atau peserta didik – menerima transformasi ilmu dan internalisasi nilai serta norma dalam keluarga.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-Karim
Al-Zabidy. Zainuddin Ahmad bin Abdullathif, Ringkasan shohihn Bukhari, Lahore: Dar Al-Kitab Wa Al-Sunnah, 2009.
Ash-Shan’ani. Muhammad bin Ismail al-Amir, Subulus salam, Jakarta: Darus Sunnah Press, 2011.
Hasyimi. Muhammad ‘Ali, Syakhshiyatul Muslim. Jakarta: Al-i’tishom, 2012.
Khon. Abdul Majid, Ilmu Pendidikan IslamHadis Tarbawi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.
Mujib. Abdul dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Ramayulis,Ilmu Pendidikan Islam,Jakarta: Kalam Mulia .2012.
Baca Selengkapnya...

Contoh Makalah Pendidikan dalam Pernikahan