Terima kasih telah berkunjung, jika belum ketemu yang anda cari, silahkan tinggalkan komentar pada form yang tersedia. Permintaan RPP, PTK, Silabus, Makalah/Skripsi, dll akan saya usahakan untuk menanggapi dengan segera.

Skripsi Kawin Siri

BAB I PENDAHULUAN

Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita, sebagai suami istri. Dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu perkawinan juga merupakan perbuatan hukum yang menimbulkan akibat hukum baik berupa hak dan kewajiban bagi suami dan istri maupun terhadap anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut dan kedua keluarga dan masing-masing suami dan istri, selain itu juga menimbulkan akibat hukum bagi jawatan pemerintah.

Hal ini dapat dibuktikan dari arti pentingnya dan sah nya suatu perkawinan yang menentukan sekali, misalnya hak pension serta macam-macam urusan kepegawaian lainnya secara umum. Keabsahan perkawinan tersebut berhubungan sekali dengan masalah-masalah seperti bagaimana kedudukan hukum anak terhadap orang tuanya, kapan mulai timbulnya hal mewaris, kapan mulainya harta bersama yang dianggap dapat dipertanggung jawabkan terhadap hukum tertentu.
Saat sah nya perkawinan sangat penting terutama untuk menentukan sejak kapan buhungan suami-istri itu dihalalkan antara pria dan wanita, sehingga terbebas dari dosa-dosa perzinaan didalam Agama Islam, Zina termasuk dosa besar dan bukan hanya menjadi urusan pribadi tetapi bersangkutan dengan Tuhan, namun termasuk kejahatan (tindak pidana). Untuk sah nya suatu perkawinan yang ditujukan atau ditinjau dari sudut keperdataan belaka adalah bila perkawinan tersebut sudah dicatat / didaftarkan pada Kantor Urusan Agama (KUA).

Selama perkawinan itu belum dicatatkan, perkawinan tersebut belum dianggap sah menurut ketentuan huum sekalipun mereka sudah memenuhi prosedur dan tata cara menurut Agama. Sehingga dari itu ada kemungkinan timbulnya apa yag dinamakan “Anak Haram Perdata”. Sedangkan bilamana ditinjau sebagai suatu perbuatan keagamaan pencatatan perkawinan hanyalah sekedar memenuhi administrasi perkawinan saja yang tidak menentukan sah atau tidaknya suatu perkawinan.

Dalam ajaran Agama Islam dikenal dan diakui keabsahannya terhadap suatu bentuk perkawinan yaitu perkawinan siri atau perkawinan dibawah tangan, yaitu suatu bentuk perkawinan yang teknis dan pelaksanaannya tidak diawasi oleh pegawai pencatat nikah. Perkawinan yang dilaksanakan diluar pengawasan PPN adalah sah menurut ajaran Agama dan kepercayaan. Tetapi untuk sahnya suatu perkawinan ditinjau dari sudut kepercayaan maka perkawinan tersebut harus dicatat pada KUA. Hal itu dilakukan dengan maksud untuk ketertiban administrasi juga utnuk menjaga hak-hak yang ada pada seorang istri agar mereka tidak menjadi korban dari kaum laki-laki yang melakukan perkawinan sirri.

Perkawinan sirri tidak diatur dalam kompilasi hukum Islam dan Undang-undang No.1 tahun 1974 tenteng perkawinan, tetapi selama ini pada masyarakat Islam masih sering dilakukan yang namanya perkawinan sirri (perkawinan dibawah tangan). Perkawinan ini secara hukum Negara tidak diakui keabsahannya. Ketidakabsahannya itu terletak pada proses dan prosedur perkawinan sirri tersebut yaitu hanya dilakukan oleh kalangan keluarga pasangan pengantin dan tidak melibatkan para pencatat nikah (PPN) dan tidak dilakukan dikantor urusan agama sehingga akibatnya tidak terdapatnya perkawinan sirri itu pada Kantor Urusan Agama (KUA) dan tidak terdaftar pada Kantor Catatan Sipil. Menurut UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan dan kompilasi hukum Islam.
Dengan demikian hak-hak keperdataan dan kewajiban dari masing-masing suami istri yang melaksanakan perkawinan sirri tidak dapat dituntut secara hukum jika dikemudian hari terjadi suatu persoalan dalam perkawinan tersebut termasuk persoalan perceraian.

Perkawinan sirri adalah perkawinan rahasia, kadang kita kenal dengan nikah bawah tangan atau mungkin dalam khasanah kajian hukum islam konteks nikah semacam ini mendekati istilah nikah yang kita kenal dengan nikah misy’ar.
Terkadang pernikahan tidak diketahui oleh orang tuanya, seperti kawin lari, tidak diketahui oleh orang banyak dan tidak diketahui oleh pemerintah yang sah dalam hal ini perkawinan yang tidak dicatatkan di Pegawai Pencatat Nikah atau instansi yang khusus menangani bidang munakhat dan mu'amalah lainnya, yang kita kenal dengan nama KUA (Kantor Usrusan Agama).

Perkawinan sirri yang terjadi di dalam masyarakat adalah kasus yang sudah lama sekali muncul dan hadir di tengah masyarakat, tetapi selama itu pula jeratan hukum begitu menyiksanya terutama bagi para istri. Dari kasus inilah maka perkawinan sirri dijadikan objek kajian material, seperti perkawinan menurut psikologi, perkawinan menurut antropologi dan sebagainya.

Selengkapnya bisa anda download disini :

0 Comments | Readmore...

Tugas mengarang cerita di sekolah untuk SMP / SMK / SMA

CINTA ATAU SAHABAT ?

Pagi itu dikelas X3 ribut sekali karena tidak ada guru yang mengajar. tiba-tiba Bi Dina masuk kedalam kelas X3, seketika anak-anak berhamburang menuju bangku masing-masing. Bu Dina adalah wali kelas X3.
"Tenang anak-anak, Ibu minta perhatiannya sebentar, hari ini kita kedatangan teman baru" kata Bu Dina.
Seketika suasana di dalam kelas menjadi sunyi, Bu Dina keluar dan masuk kembali bersama cowok tampan dan gagah.
"Silahka perkenalkan dirimu" kata Bu Dina.
"iya Bu, terima kasih. Selamat pagi teman-teman" kata cowok itu.
"Perkenalkan nama saya Bima, saya siswa baru pndahan dari Semarang. kebetulan Ayah saya ada tugas di Surabaya, jadi saya dan keluarga pndah kemari. salam kenal semuanya" kata Bima.
Seketika semua siswi kelas X3 terpesona pada Bima, tak terkecuali siswi yang duduk di bangku pojok, Dia adalah Diva, Diva duduk dengan Ria.
Saat Bu Dina keluar, Ria langsung bercerita panjang lebar tentang Bima, tetapi Diva tidak menyimak pembicaraan Ria. Dia hanya menatap Bima. Ternyata Diva menyukai Bima, tetapi dia tidak bilang pada Ria.
Lonceng tanda istirahat berbunyi. bima hanya duduk dibangkunya saja. kemudian Ria menggandengan tangan Diva dan menghampiri Bima.
"Hai.." kata Ria menyapa Bima. tetapi Bima tidak menjawab, dia menatap Diva yang berdiri disamping Ria. sepertinya Bima terpikat melihat kecantikan Diva.
Memang Diva termasuk siswi tercantik di kelas X3. ria juga cantik, tapi dia agak hitam, jadi kelihatan kurang menarik.
Karena tidak dijawab, Ria mengulangi sapaannya.
"Hai..!" kata Ria.
"Oh, ya. Hai juga !" jawab Bima.

"Aku Ria dan ini Diva" Kata Ria sambil mengulurkan tangannya pada Bima. kemudian mereka saling berabat tangan.
"Kamu nggak pergi ke kantin ?" kata Ria.
"Nggak ada temen"
"Mau kita temenin nggak ?"
"Oh ya tentu aja boleh"
"Iya sudah, ayo kita ke kantin !". lalu mereka bertiga pergi ke kantin dan mengobrol bersama.
Pulang sekolah, Diva berjalan bersama Ria karena kebetulan rumah mereka searah. Saat perjalanan Ria curhat pada Diva bahwa dia menaruh hati pada Bima.
Diva hanya diam mendengar cerita Ria. Dia sebenarnya juga suka pada Bima. Tapi dia tidak berani mengatakannya pada Ria. Diva takut Ria akan marah padanya.
Semakin lama perasaan Diva pada Bima semakin mendalam, begitu juga dengan Bima. Tetapi Diva mencoba menghapus perasaannya pada Bima agar tidak melukai hati Ria. Dia tidak ingin merusak persahabatan yang telah dia buat sejak kelas satu SMP. Diva hanya mengungkapkan perasaannya pada buku diarynya.
Suatu hari, tanpa sepengetahuan Ria, Bima mengatakan perasaannya pada Diva. Tetapi Diva tidak menerima cinta Bima. Dia menceritakan semua tentang Ria pada Bima. Diva juga meminta Bima agar melupakan perasaannya pada Diva dan menerima Ria. Awalnya Bima tidak mau, tetapi Diva memohon pada Bima. Akhirnya Bima mau melakukannya demi Diva.
Saat Ria menyatakan perasaannya pada Bima, Bima langsung menerimanya. Karena Bima tidak mau mengecewakan Diva. Bima sudah berjanji pada Diva tidak akan menolak Ria. Ria sangat senang karena Bima menerimanya. Bima tetap tidak menyukai Ria. Tetapi Bima semakin suka pada Diva, karena sikap Diva yang lebih memilih sahabat daripada cinta. Ia rela sakit hati demi sahabatnya.
Sejak Ria dan Bima jadian, mereka duduk sebangku. Sebenarnya Ria tidak mau, tatapi Diva memaksanya. Akhirnya Ria mau duduk sebangku dengan Bima. Diva duduk sendiri di bangku belakang. Setiap kali Diva melihat Ria tertawa saat bersama Bima ia tersenyum tapi ia juga tidak bisa menahan air matanya.
Saat pulang sekolah, Ria tidak langsung pulang, ia pergi ke rumah Diva karena Ria ingin cerita pada Diva tentang Bima. Sesampainya dirumah Diva mereka masuk kedalam kamar Diva.

"Va, aku haus nich...!" kata Ria
"Iya, udah, aku ambilin minum dulu. kamu tunggu sini aja" jawab Diva lalu keluar meninggalkan kamarnya.
Saat sendirian di dalam kamar Diva, Ria melihat buku diary Diva tergeletak di meja belajar, Diva lupa tidak menyimpannya. Kemudian Ria mengambil buku diary Diva dan membacanya. Ria sangat terkejut membaca isi diary Diva. Ria merasa dihianati oleh Diva. kemudian dia pulang tanpa pamit pada Diva.
Tak berapa lama kemudian Diva masuk ke kamarnya dengan minuman untuk Ria, tetapi Ria tidak ada dikamarnya. Dia memanggil-manggil Ria, tetapi Ria tidak ada. Diva menemukan buku diarynya telah terbuka, dia berfikir bahwa Ria telah membaca diarynya.
Keesokan harinya, Diva meneui Ria, tapi saat Diva mau duduk disebelah Ria, Ria segera pergi menjauhi Diva. Diva bingung harus bagaimana. Ria selalu manjauhi Diva, Bima juga bingung kenapa Ria tidak seperti biasanya. Kemudian Bima tanya pada Ria, tapi Ria tak mau menjawab. Akhirnya Bima bertanya pada Diva, Diva menceritakan semuanya pada Bima.
Setelah mendengar cerita dari Diva ia segera pergi dan mencari Ria. Bima menemui Ria di kantin. Ia menceritakan semua, Ria hanya salah paham, sebenarnya Bima tidak menyukai Ria. Tapi Bima menyukai Diva, tapi karena Diva memohon pada Bima agar Bima mau menerima Ria, setelah itu Bima meninggalkan Ria.
Mendengar cerita dari Bima, Ria berlari menemui Diva, ia langsung memeluk Diva dan menangis.
"Va, maafin aku, aku udah salah paham sama kamu, Bima udah cerita semuanya sama aku. Aku benar-benar minta maaf Va" kata Ria sambil menangis.
"Iya, Ri, aku ngerti kalau kamu marah sama aku, aku tidak pernah cerita sama kamu, soalnya aku takut nyinggung perasaan kamu. Aku juga minta maaf sama kami Ri" kata Diva.
"Iya Va, sekarang aku mau kamu yang jadian sama Bima"
"Nggak Ri, kamu aja sama Bima"
"Aku mohon Va, ini permintaanku"
Akhirnya Bima dan Diva bisa bersatu dan Ria mendapatkan cowok pengganti Bima, cowok hitam manis temen sekelas mereka. Diva dan Ria telah melupakan semuanya. Mereka menjadi tetap menjalin persahabatan mereka.

Sekian.

0 Comments | Readmore...

RPP PAI semester 1 dan 2 untuk SMK

INDIKATOR:
- dapat membaca ayat diatas dengan bagus
- dapat mengartikan ayat-ayat tersebut diatas.
- dapat menerapkan pelestarikan lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.
- dapat menerangkan cara memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan jenazah.
- dapat memperagakan memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan.
- dapat mengenal kitab-kitab yang diturun kan Allah.
- dapat menerapkan fungsi kitab Allah sebagai pedoman hidup manusia yang beriman.
- dapat menjelaskan pengertian dan maks menghargai karya orang lain.
- dapat memberikan contah perilaku menghargai karya orang lain.

dan seterusnya.
selengkapnya bisa silahkan buka alamat dibawah ini.
https://docs.google.com/document/d/1tWm6LTibPzWLYSSy5yDKa-XfofFh77ufJfwfyg51pgM/edit?hl=in

0 Comments | Readmore...

PTK KELAS X AKUNTANSI - SMK

PENINGKATAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN METODE PRAKTEK LANGSUNG MEMPOSTING BUKU BESAR TRANSAKSI PEMBELIAN DAN PENJUALAN DI KELAS X AKUNTANSI SMK

A. Latar Belakang Masalah
Penerapan program studi Akuntansi Keungan khususunya untuk siswa SMK bertujuan agar siswa memiliki kemampuan teknis pencatatan sehingga dapat menjadi teknisi akuntansi yang terampil, sesuai dengan tuntutan kurikulum (kurikulum SMK 1994/GBPP).
PIlmu akuntansi bertujuan untuk membekali siswa SMA/ sederajad dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman agar mereka menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep dasar, prinsip, prosedur akuntansi yang benar dan benar bagi kehidupan mereka (Sudibyo, 2002:2).
Pembelajaran akuntansi bagi siswa SMA/ sederajad meliputi pengertian dasar dan siklus akuntansi koperasi, metode kuantitatif dalam akuntansi dan keterampilan akuntansi. Agar akuntansi menjadi pelajaran yang menarik dan diminati siswa, maka diharapkan guru dapat memilih kegiatan belajar mengajar yang sebanyak mungkin melibatkan siswa agar dapat belajar secara aktif secara fisik, mental maupun sosial demi peningkatan mutu hasil belajar.
Pada penyusunan laporan keuagangan di segala sektor, perlu adanya ketertiban dalam manajemen usaha dan administrasi pembukuan/ sistem akuntansi dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuagangan, sehingga pembelajaran Akuntansi Keuangan badi siswa didik sangat dibutuhkan. Agar setelah mereka selesai dalam menempuh pendidikannya, mereka dapat menerpakan ilmu akuntansi dengan benar kedalam dunia kerja. Adapun transaksi utama dalam kegiatan akuntansi keungan adalah transaksi pembelian dan penjualan. Kedua transaksi tersebut sering dilakukan pada segala jenis usaha, sehingga pencatatannya memerlukan ketelitian untuk mengurangi kesalahan yang fatal dalam pencatatan. Untuk menjamin kelengkapan setiap pembukuan, maka dalam proses pencatatan harus dilakukan beberapa hal seperti: 1) setiap transaksi harus dibuatkan bukti pembukuan, 2) setiap pembukuan harus didasarkan atas satu bukti pembukuan yang sah, 3) semua bukti pembukuan harus disimpan secara teratur dan aman.
Berdasarkan latar belakang masalah permasalahan yang telah dijelaskan diatas tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas ini dengan judul ”Peningkatan Pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan Metode Praktek Langsung Memposting Buku Besar Transaksi Pembelian dan penjualan di kelas X Akuntasi SMK ....... tahun ajaran.......”.
B. Identifikasi Masalah
Pada identifikasi masalah dalam penelitian ini membahas tentang upaya peningkatan pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan menggunakan metode praktek langsung pada siswa untuk memposting transaksi penjualan dan pembelian pada buku besar. Pada siswa di kelas tersebut mengalami beberapa kendala dalam menerima pembelajaran Akuntansi Keuangan, dimana masih banyak siswa belum memahami proses memposting transaksi penjualan dan pembelian yang didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan. Siswa belum memahami siklus pencatatan dalam akuntansi. Hal ini berimbas pada nilai akademik dan prestasi siswa dalam bidang studi Akuntansi Keuangan masih minim. Penulisan penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperoleh solusi yang tepat guna mengatasi berbagai permasalahan yang dimaksudkan tersebut. Solusi yang ditawarkan tentu saja bersifat sangat preventif guna kebaikan bersama, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan menigkatkan prestasi siswa dalam bidang studi Akuntansi Keuangan.

C. Pembatasan Masalah
selengkapnya buka alamat dibawah ini :
https://docs.google.com/document/d/1SzSeYqFHqHTnDKpgf-zZ4FKkYRhMECgJ_79jcaY6gw8/edit?hl=in

2 Comments | Readmore...

Tugas Biologi SMP KLONING UNTUK MENGHASILKAN HEWAN DENGAN GENOTIP YANG DIINGINKAN

Kloning merupakan salah satu bioteknologi mutakhir yang sangat bermanfaat untuk memultiplikasi genotip hewan yang memiliki keunggulan tertentu dan preservasi hewan yang hampir punah. Walaupun keberhasilan produksi hewan kloning lewat transfer inti sel somatik telah dicapai pada berbagai spesies, seperti domba, sapi, mencit, kambing babi, kucing, dan kelinci, efisiensinya sampai sekarang masih sangat rendah yakni kurang dari 1 persen, dengan sekitar 10 persen yang lahir hidup (Han et al., 2003). Transfer inti melibatkan suatu seri prosedur yang kompleks termasuk kultur sel donor, maturasi oosit in vitro, enukleasi, injeksi sel atau inti, fusi, aktivasi, kultur in vitro reconstructed embryo, dan transfer embrio. Jika salah satu dari tahap-tahap ini kurang optimal, produksi embrio atau hewan kloning dapat terpengaruh.


Kloning pada sapi
Selengkapnya klik pada gambar

Jumlah laboratorium yang bekerja pada kloning embrio sapi di seluruh dunia lebih banyak dibandingkan dengan pada spesies lainnya. Keberhasilan sejumlah laboratorium untuk mengkloning sapi disebabkan karena banyaknya program penelitian yang difokuskan pada transfer inti sapi. Maturasi oosit in vitro, fertilisasi in vitro, dan kultur embrio in vitro, telah terlaksana dengan baik pada ternak sapi, dan setiap kegiatan tersebut merupakan tahapan penting dalam proses kloning. Dengan adanya berbagai tahapan kegiatan tersebut menyebabkan sejumlah besar oosit dari rumah potong hewan dapat diakses untuk digunakan dalam penelitian dengan biaya yang relatif rendah. Dan dengan demikian, memberikan cukup percobaan dan cukup embrio yang ditransfer untuk memproduksi kloning pada ternak sapi.

0 Comments | Readmore...

RPP IPS kelas iv semester ii

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : Sekolah Dasar
MATA PELAJARAN : IPS
KELAS/SEMESTER : IV/II
ALOKASI WAKTU : 3 X 35 Menit
HARI/TANGGAL : tgl bulan 2011

A. Standar Kompetensi
Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa dilingkungan kabupaten /kota dan propinsi.
B. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan kenampakan alam dilingkungan Kabupaten / Kota dan propinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial dan budaya.
C. Indikator
  1. Kognitif
Produk :
Menjelaskan bentuk-bentuk keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia
Proses :
Membedakan berbagai bentuk-bentuk keragaman di Indonesia.

  1. Afektif
Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat.
  1. Psikomotor
Mengelompokkan bentuk keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia.
D. Tujuan Pembelajaran
  1. Kognitif
Produk :
Siswa dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia.
Proses :
Siswa dapat menjelaskan pentingnya suku bangsa dan budaya di Indonesia.
  1. Afektif
Pemahaman mengenai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia yang berbeda-beda sehingga pentingnya untuk menjaga persatuan.
  1. Psikomotor
Dengan disediakan gambar dan contoh berbagai keragaman suku bangsa dan budaya siswa dengan terampil menggolongkan yang mana termasuk contoh bentuk keragaman suku bangsa dan yang termasuk keragaman budaya.

E. Materi Pelajaran
Bentuk-bentuk keragaman di Indonesia
F. Metode Pembelajaran
  1. Ceramah
  2. Pengamatan
  3. Diskusi
  4. Penugasan
G. Langkah-Langkah Pembelajaran
Tahapan
Kegiatan Guru
Respon Siswa
Kegiatan awal atau Pendahuluan
(15 Menit)








Kegiatan Inti
(70 menit)




























































Kegiatan Akhir
(70 menit)
  • Guru Mengucapkan salam
  • Mengabsen siswa
  • Guru menginformasikan tentang materi yang akan dibahas.

  • Guru menunjukkan gambar bentuk rumah adat, pakaian adat dan senjata tradisional.
  • Guru menanyakan kepada siswa misalnya dari gambar yang tersedia coba kalian sebutkan pakaian adat jawa timur ditunjukkan nomor berapa ?
  • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberi tugas kelompok untuk didiskusikan.
  • Guru mnyuruh setiap kelompok untuk menampilkan hasil diskusinya.
  • Guru menilai hasil diskusi setiap kelompok.
  • Guru memberi tugas individu pada setiap siswa.
  • Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan tugas yang selesai di kerjakan.
  • Guru membuat kesimpulan tentang materi yang dibahas.
  • Guru memberi tugas untuk dikerjakan dirumah (PR)
  • Memberikan pesan kepada siswa sebelum pelajaran di akhiri.
  • Guru menutup pelajaran.
  • Siswa menjawab salam
  • Memperhatikan
  • Siswa mendengarkan informasi dari guru.

  • Siswa mengamati gambar yang ditunjukkan guru
  • Siswa mendengarkan dan menjawab pertanyaan dari guru



  • Siswa melaksanakan perintah guru dan mengerjakan tugas kelompok dan mendiskusikan dengan kelompoknya.
  • Masing-masing kelompok tampil di depan mendemonstrasikan hasil diskusinya.
  • Siswa menyerahkan hasil tugas kelompoknya
  • Siswa menerima tugas dari guru dan mengerjakannya.
  • Siswa mengumpulkan tugas dari guru
  • Siswa ikut membuat kesimpulan bersama guru.
  • Siswa mencatatnya dan mengerjakannya.

  • Siswa mendengarkan
  • Siswa menjawab.
H. Alat dan Sumber Belajar
    1. Alat dan Bahan
Gambar-gambar pakaian adat dan senjata tradisional.
    1. Sumber Belajar
Buku Sekolah Elektrnik : Tantya Hisnu P, Winardi 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial, Sd IV. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
I. Penilaian
1. Menggunakan Angket
2. Observasi

Desa, .......... bulan  2011
         Guru Bidang Studi


              Nama Guru
            NPM : 123456789/L

0 Comments | Readmore...

Skripsi dan RPP IPS

Belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru. Proses perubahan tingkah laku merupakan gambaran terjadinya rangkaian perubahan dalam kemampuan siswa. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan kemampuan sebelumnya dengan kemampuan setelah mengikuti pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan sumber pembelajaran untuk memperlancar tercapainya tujuan belajar. Sumber belajar dalam pembelajaran IPS tidak hanya berupa pajangan media di dalam kelas, tetapi memiliki sumber yang luas yang berkenaan dengan hakikat pelajaran IPS, yakni yang erat yang terkait dengan kemasyarakatan atau kehidupan sosial.
Pelajaran IPS mengenai keragaman budaya mengandung dua arti, yaitu keragaman artinya ketidaksamaan, perbedaan dan budaya berarti dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Dengan demikian, keanekaragaman budaya dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat memiliki lebih dari satu perangkat gagasan, tindakan, dan hasil karya (Koentjaraningrat, 1980:193). Pengajaran keanekaragaman dalam IPS mengandung tujuan antara lain :

Selengkapnya bisa anda download disini

cuplikan daftar isi ada di dalam link diatas.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI iii
ABSTRAK iv
MOTTO DAN KATA PERSEMBAHAN v
KATA PENGANTAR vi
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL x
DAFTAR GAMBAR xi
DAFTAR LAMPIRAN xii
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah 1
B.Identifikasi Masalah 4
C.Rumusan Masalah dan Pemecahannya 4
D.Tujuan Penelitian 5
E.Manfaat Hasil Penelitian 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Minat Belajar IPS 7
B.Media Gambar 16

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.Tempat dan Waktu Penelitian 21
B.Subyek Penelitian 21
C.Prosedur Penelitian 21
D.Pengumpulan Data dan Anasisis Data 31
E.Jadwal Penelitian 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Situasi dan Kondisi Tempat Penelitian (Setting) 34
B.Hasil Penelitian 35
C.Pembahasan 42
BAB V PENUTUP
A.Simpulan 44
B.Saran 44
DAFTAR PUSTAKA 46
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN 47
DAFTAR RIWAYAT HIDUP 48
LAMPIRAN-LAMPIRAN 49

Tabel
4.1Data Jumlah Siswa Kelas IV SDN Klagen III 34
4.2Keaktifan Siswa Dalam Kegiatan Belajar Pada Siklus I 37
4.3Hasil Tes Angket Pada Siklus I 38
4.4Keaktifan Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Pada Siklus II 40
4.5Hasil Tes Angket Pada Siklus II 41
4.6Hasil Keaktifan Siswa 42
4.7Hasil Tes Siswa 43

Lampiran Halaman
1. Rencana Pelaksanan pembelajaran Siklus I 64
1a. Rangkuman Materi 69
1b. Kisi-kisi Penilaian Kognitif 71
1c. Penilaian Kognitif (Produk) 72
1d. Kunci Jawaban Penilaian Kognitif (Produk) 73
1e. Penilaian Kognitif (Proses) 74
1f. Kisi-kisi Penilaian Afektif 75
1g. Penilaian Afektif 76
1h. Penilaian Psikomotorik 77
1i. Kriteria Penilaian 79
1j. Lembar Hasil Observasi 80
1k. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I 81
2. Rencana Pelaksanaan pembelajaran Siklus II 82
2a. Rangkuman Materi 87
2b. Kisi-kisi Penilaian Kognitif 89
2c. Penilaian Kognitif (Produk) 90
2d. Kunci Jawaban Penilaian Kognitif (Produk) 91
2e. Penilaian Kognitif (Proses) 92
2f. Kisi-kisi Penilaian Afektif 93
2e. Penilaian Afektif 94
2f. Penilaian Psikomotorik 95
2g. Lembar Observasi 96
2h. Kriteria Penilaian 98
2i. Lembar Hasil Observasi 99
2j. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II 100
3.Daftar Nama Siswa SDN Putren II Kelas VI 101

0 Comments | Readmore...

RPP Bahasa Daerah (jawa) kelas VIII

Pendekatan CTL / pakem dan life skill dengan metode Tanya Jawab dan pemberian tugas.
Tujuan Pembelajaran
1. Dengan berlatih menulis aksara jawa siswa dapat menulis panjingan La dan Wa
2. Dengan berlatih menulis aksara siswa dapat menulis angkara Pa cerek dan Nga lelet
3. Dengan berlatih menulis jawa siswa dapat menulis sandhangan wyanjana.
4. Dengan berlatih menulis jawa siswa dapat menulis kata / kalimat yang mengandung panjingan La dan Wa
5. Dengan berlatih siswa dapat menulis kata / kalimat yang mengandung Pa cerek lan Nga lelet.
6. Dengan berlatih siswa dapat menulis kata / kalimat yang mengandung sandangan wyanjana.

selengkapnya dibawah ini :

atau dibawah ini
https://docs.google.com/document/pub?id=1uyqkW9dRAZRyMMYNypykcE6_5VUwt80B0_ytbGFT0qQ

1 Comments | Readmore...

PTK matematika SMK / SMP

A. Latar Belakang
Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata. Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru SLTP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2) menerbitkan suplemen kurikulum SLTP/MTs 1994 yang berisi tentang materi pelajaran mana yang masih tetap diajarkan pada kelas-kelas tertentu dan materi mana yang tidak perlu lagi diajarkan serta materi yang wajib diajarkan (Depdikbud, 1999:5), (3) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (4) meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD, SLTP, dan SMU.
Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diberikan sejak dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi (PT). Pada umumnya matematika dirasakan lebih sulit untuk dipahami daripada ilmu-ilmu lainnya. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesesuaian antara kemampuan siswa dengan cara penyajian materi sehingga matematika dirasakan sebagai pelajaran yang sulit untuk diterima. Menurut garis-garis Besar program Pengajaran (GBPP) Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) kurikulum 1994 dengan suplemen 1999, pada pokok bahasan Teorema Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi-siku-sikunya”, merupakan pokok bahasan yang diberikanpada siswa SMP/MTs kelas II. Seorang guru harus dapat menentukan strategi pengajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami. Secara khusus ada sebagian masyarakat sekolah yang memprihatinkan pengajaran matematika tidak hanya diperlukan oleh orang yang terjun dalam dunia pendidikan, tetapi juga diperlukan oleh orang yang terjun di bidang lain, menurut Mardiati Busono (1988:5). Melalui proses belajar matematika, mempelajari dan menerapkan ke dalam situasi baru, misalnya dengan menyelesaikan masalah baik dalam matematika sendiri, dalam ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya dibawah ini :
http://docs.google.com/View?id=d2n2fxh_6gmpnfhg2

kemudian simpanlah pada komputer anda.

0 Comments | Readmore...

The Benefits of the Study

This study gives some contributions for the improvement of the English language teaching and learning. The benefits are:
  1. It enables teachers to get information and to select a suitable technique in teaching vocabulary at Elementary Schools. It is an important thing for the teacher to develop the technique in their classroom in order to make the students interested in the subject.
  2. It enables other researcher to get reference about the implementation of Contextual Teaching and Learning in improving students' vocabulary mastery.
  3. It gives inputs to school about a suitable method in teaching vocabulary. The result of this study is expected to give more information about Contextual Teaching and Learning so that it can be applied in SD
  4. It gives spirit and knowledge for students that learning English can be fun and interesting. The students will not feel to be forced in learning English but they will feel happy to learn since they are put in an enjoyable situation.
Contextual Teaching and Learning stimulates the students to work in teams. They try to cooperate with other students to practice the language together. Students are expected to have a good improvement in vocabulary mastery.

0 Comments | Readmore...

Teaching English as a foreign language in Indonesian elementary school

teaching English as a foreign language in Indonesian elementary school faces many serious challenges. The problems are the students find it difficult to spell, understand the meaning and pronounce English words.

Some factors can cause these problems, like:
(1) the way English words are written differ from the way the words are pronounced;
(2) the rare use of the English language;
(3) the lack of understanding of the teacher about who the children are;
(4) there is no media used in teaching and learning process; and
(5) the method used is not suitable for the students.

An appropriate method for teaching English for children is very important because appropriate method determines the result of teaching vocabulary, that is, improving student's vocabulary mastery. There are many methods that are appropriate in teaching English such as task based learning, experiential learning, Contextual Teaching and Learning, etc.

Contextual teaching and learning involves students totally in learning process. Students are motivated to be active to study the materials of learning suitable with the topic. CTL emphasizes on the process of students' involvement in order to be able to find the materials they will learn and connect it with the real situation, so it will motivate the students to apply what they learn in their daily lives. Learning in CTL is not just listening and take notes but learning is direct experiencing process. By that experience, it is hoped that students' development can happen; they do not only develop cognitive aspect, but also affective and psychomotor aspects. By using CTL, it is hoped that the students find the learning materials directly (not given by the teacher).

1 Comments | Readmore...

Knowledge is constructed by humans

Knowledge is not a set of facts, concepts, or laws waiting to be discovered. It is not something that exists independent of knower. Humans create or construct knowledge as they attempt to bring meaning to their experience. Everything that we know, we have made.

Based on this opinion, learning process which focuses on the teacher is no longer suitable. It is because our brain is continuously finding meaning and saving meaningful cases, and learning process has to involve students in finding meaning. Teaching and learning process has to make it possible for the students to understand the meaning of their learning material.

Students as the learning subject are the starting point in teaching and learning which measure the success of the teaching learning process. Teaching and learning can be successful when the students can directly feel the advantages of learning materials by experiencing and learning it.

There are many other factors supporting teaching and learning process, such as the using of appropriate media, learning materials which support teaching learning process, class management, and teacher's ability and creativity in developing and managing learning process optimally.

When the teaching and learning process takes place, problems would appear to the teacher. They have problems of how to teach them in order to gain satisfying result. The teacher should prepare and find out the appropriate techniques which are implemented to the students. A good teacher should prepare himself or herself with various and up-to-date techniques and mastering the material in order to be understood by students, and make children interested and happy in teaching and learning process in the classroom.

The teachers should concern that teaching vocabulary is something new and different from student's native language. They have to take into account that teaching English for young learners is different from adults. The teachers have to know the characteristics of young learners. The teachers need to prepare good techniques and a suitable material in order to gain the target of language teaching to the children.

Unlike adults who can learn formally in the classroom by following and attending teachers' explanation in the classroom, children tend to learn things by playing. For children, things are easy to learn when they are totally in their context. Children will learn something more meaningfully and interestingly when they can relate these things with their needs and personal experience. Students learn best by actively constructing their own understanding.
http://kumpulanptk.blogspot.com/

1 Comments | Readmore...

Background of the Study

In recent year, English as a foreign language has been learned by Indonesian learners since they were in Elementary School. At the elementary school, English is taught as local content subject. The importance of English as the key to the international communication and commerce makes it compulsory subject for students from the Junior High School up to the Senior High School.

English vocabulary is one of the elements in teaching English at the elementary school. Vocabulary is the basic competence that must be reached by students in order to get other competencies like reading, writing, listening, and speaking. It is difficult to master the other competences without mastering and understanding the vocabulary. Rivers in Nunan (1991: 117) argues that the acquisition of an adequate vocabulary is essential for successful second language use because without an extensive vocabulary, we will be unable to use the structures and functions we may have learned for comprehensible communication. In the field of education, including English education in Indonesia, our education is still dominated by the view that knowledge is a set of facts which have to be memorized. Teaching learning process focuses on teacher as prominent source of knowledge. As a result, students have problems to understand academic concepts as what they usually get is
something abstract and lecture method. Many students can serve good level of memorization of teaching material but in the end of teaching learning process they actually do not understand it at all. Actually memorization of teaching materials lasts for a short time in their memory and knowledge is not sets of facts which have to be memorized.

0 Comments | Readmore...

download theses, papers, classroom action research report, proposal, syllabus, elementary, junior, senior high school, university.
/* adf.ly */